Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Cloudflare PHK 20 Persen Karyawan Global, AI Ubah Struktur Kerja Perusahaan

Bayu Shaputra • Sabtu, 9 Mei 2026 | 12:27 WIB
Ilustrasi Cloudflare. (Economic Times)
Ilustrasi Cloudflare. (Economic Times)

 

RADARSITUBONDO.ID - Perusahaan infrastruktur internet dan keamanan siber, Cloudflare mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 20 persen tenaga kerjanya secara global. Kebijakan tersebut berdampak pada lebih dari 1.100 pegawai di berbagai divisi perusahaan.

Langkah tersebut dilakukan seiring restrukturisasi operasional perusahaan yang mulai menyesuaikan sistem kerja dengan perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Berdasarkan laporan perusahaan, jumlah pegawai tetap Cloudflare hingga akhir 2025 tercatat mencapai 5.156 orang.

CEO Cloudflare Matthew Prince bersama salah satu pendiri perusahaan, Michelle Zatlyn, menyatakan perusahaan tengah menata ulang pola kerja internal untuk menghadapi perubahan besar akibat perkembangan AI.

Baca Juga: Bernardo Tavares Minta Persebaya Fokus Penuh Hadapi Persis Solo yang Terancam Degradasi

Keduanya menyebut Cloudflare sedang membayangkan kembali setiap tim dan fungsi kerja agar dapat beroperasi di era “agen AI”. Perusahaan menilai perkembangan AI telah mengubah kebutuhan operasional sekaligus cara pekerjaan dijalankan di berbagai lini bisnis.

Cloudflare menegaskan PHK tersebut tidak berkaitan dengan penurunan kinerja pegawai maupun tekanan penghematan biaya jangka pendek. Perusahaan menyebut keputusan diambil karena adanya perubahan proses kerja serta desain ulang berbagai peran internal setelah implementasi AI dilakukan secara lebih luas.

Perusahaan yang berbasis di San Francisco itu mengungkapkan penggunaan AI internal meningkat lebih dari enam kali lipat dalam tiga bulan terakhir. Lonjakan tersebut disebut mendorong perubahan signifikan dalam aktivitas operasional tim dan struktur kerja perusahaan.

Baca Juga: Welber Jardim Gabung Timnas Indonesia U-19 pada 17 Mei, Nova Arianto Fokus Persiapan ASEAN U-19 2026

Cloudflare memperkirakan biaya restrukturisasi dan PHK mencapai sekitar 140 juta dollar AS hingga 150 juta dollar AS pada kuartal kedua 2026. Di tengah proses tersebut, perusahaan juga memproyeksikan pendapatan kuartal kedua berada pada kisaran 664 juta dollar AS hingga 665 juta dollar AS.

Proyeksi tersebut sedikit berada di bawah perkiraan analis yang sebelumnya memperkirakan pendapatan mencapai 665,3 juta dollar AS.

Setelah pengumuman restrukturisasi disampaikan, saham Cloudflare dilaporkan turun sekitar 19 persen dalam perdagangan lanjutan.

Penurunan saham terjadi meski perusahaan mencatatkan kinerja kuartal pertama 2026 yang melampaui ekspektasi pasar. Pada periode tersebut, Cloudflare membukukan pendapatan sebesar 639,8 juta dollar AS.

Gelombang restrukturisasi berbasis AI juga mulai terjadi di sejumlah perusahaan teknologi lain. Sebelumnya, perusahaan pembayaran digital Block Inc. mengumumkan pemangkasan lebih dari 4.000 pekerjaan pada Februari lalu sebagai bagian dari perubahan operasional yang mengandalkan AI.

Di sisi lain, ekonom dari Goldman Sachs memperkirakan penggunaan AI telah menyebabkan hilangnya sekitar 5.000 hingga 10.000 pekerjaan setiap bulan sepanjang 2025 di berbagai sektor industri.

Editor : Bayu Shaputra
#Cloudflare #phk #ai