Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Teknologi Baterai Silikon-Karbon Motorola Razr Ultra 2026 Ubah Persaingan Smartphone Lipat

Bayu Shaputra • Sabtu, 9 Mei 2026 | 14:34 WIB
Motorola Razr 70 Series. (YouTube/CNET)
Motorola Razr 70 Series. (YouTube/CNET)

 

RADARSITUBONDO.ID - Motorola mulai mengubah arah persaingan smartphone lipat premium global setelah memperkenalkan Razr Ultra 2026 dengan teknologi baterai silikon-karbon. Inovasi tersebut membuat Motorola selangkah lebih maju dibanding Apple, Samsung, hingga Google, khususnya di pasar Amerika Serikat.

Teknologi silikon-karbon menjadi perhatian karena mampu menghadirkan kapasitas daya lebih besar tanpa menambah ketebalan perangkat. Selama ini, keterbatasan ruang menjadi tantangan utama dalam pengembangan ponsel lipat premium yang mengutamakan desain tipis namun tetap memiliki daya tahan baterai tinggi.

Motorola tercatat sebagai produsen pertama yang membawa teknologi baterai silikon-karbon ke perangkat arus utama yang dipasarkan melalui operator besar di Amerika Serikat. Sementara itu, sejumlah produsen besar lain masih mempertahankan penggunaan baterai lithium-ion konvensional.

“Perusahaan-perusahaan tersebut tetap menggunakan baterai lithium-ion tradisional yang memang andal, tetapi tidak mampu menghadirkan kapasitas daya besar dalam ruang sekecil teknologi silikon-karbon,” tulis Forbes.

Baca Juga: PSS Sleman vs Garudayaksa FC di Final Liga 2 2025/2026, Adu Gengsi Perebutan Gelar Juara

Motorola menyebut teknologi baru tersebut menjadi langkah penting dalam meningkatkan pengalaman penggunaan perangkat lipat tanpa harus mengorbankan desain.

“Berkat teknologi silikon-karbon revolusioner, pengguna mendapatkan daya tahan baterai lebih lama tanpa membuat ponsel lebih tebal,” demikian pernyataan Motorola.

Razr Ultra 2026 kini dibekali baterai berkapasitas 5.000mAh, meningkat dibanding generasi sebelumnya yang berada di angka 4.700mAh. Meski kapasitas baterai bertambah, Motorola mempertahankan dimensi perangkat seperti model 2025 dengan bobot tetap 199 gram.

Tidak hanya pada lini Razr Ultra, Motorola juga mulai memperluas penggunaan teknologi silikon-karbon ke perangkat lipat bergaya buku melalui Razr Fold. Model tersebut dapat berubah menjadi tablet mini dan hadir dengan kapasitas baterai lebih besar.

Android Authority menilai Razr Fold justru tampil lebih menarik dibanding Razr Ultra 2026 karena mampu menghadirkan baterai besar dalam bodi yang tetap tipis.

“Motorola Razr Fold juga menggunakan baterai silikon-karbon, dan mungkin justru lebih mengesankan dibanding Razr Ultra 2026. Moto Fold membawa baterai silikon-karbon 6.000mAh dalam perangkat lipat dengan ketebalan hanya 9,89 milimeter,” tulis media tersebut.

Kapasitas baterai tersebut melampaui sejumlah pesaing di kelas smartphone lipat premium. Samsung Galaxy Z Fold7 diketahui masih menggunakan baterai 4.400mAh, sedangkan Google Pixel 10 Pro Fold berada pada kapasitas 5.015mAh.

Baca Juga: Bernardo Tavares Minta Persebaya Fokus Penuh Hadapi Persis Solo yang Terancam Degradasi

Selain kapasitas daya yang meningkat, Motorola juga memperbarui teknologi pengisian cepat pada Razr Ultra 2026. Perangkat tersebut kini mendukung pengisian kabel 80W dan pengisian nirkabel 50W. Angka itu meningkat dibanding generasi sebelumnya yang hanya mendukung pengisian kabel 68W dan wireless charging 30W.

Meski demikian, Motorola belum menerapkan teknologi silikon-karbon di seluruh lini produknya. Razr+ dan Razr reguler masih menggunakan baterai konvensional.

Razr+ kini hadir dengan baterai 4.500mAh dan perlindungan Gorilla Glass Victus. Sementara Razr reguler memperoleh peningkatan baterai menjadi 4.800mAh dan menggunakan prosesor MediaTek Dimensity 7450X. Namun, kapasitas penyimpanannya turun dari sebelumnya 256GB menjadi 128GB.

Dari sisi harga, Motorola juga melakukan penyesuaian pada seluruh lini perangkat lipat terbarunya. Razr Ultra 2026 dijual USD 1.499 atau sekitar Rp 25,99 juta, naik dibanding generasi sebelumnya yang dibanderol USD 1.299.

Baca Juga: Welber Jardim Gabung Timnas Indonesia U-19 pada 17 Mei, Nova Arianto Fokus Persiapan ASEAN U-19 2026

Razr+ dipasarkan dengan harga USD 1.099 atau sekitar Rp 19,05 juta. Sementara Razr reguler dijual USD 799,99 atau setara Rp 13,87 juta. Untuk Razr Fold, Motorola membanderol perangkat tersebut seharga USD 1.899 atau sekitar Rp 32,92 juta dan mulai membuka pre-order pada 14 Mei mendatang.

Langkah Motorola menghadirkan teknologi silikon-karbon dinilai dapat memengaruhi arah pengembangan smartphone premium global dalam beberapa tahun ke depan.

“Motorola baru saja membuat baterai silikon-karbon menjadi arus utama, dan langkah ini berpotensi memengaruhi arah pengembangan iPhone maupun Samsung Galaxy generasi berikutnya,” dikutip dari TechRadar.

Editor : Bayu Shaputra
#Motorola Razr Ultra #Smartphone lipat