RADARSITUBONDO.ID - Pemerintah Amerika Serikat memperketat pengawasan terhadap perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Sejumlah perusahaan teknologi besar diminta memberikan akses awal kepada pemerintah terhadap model AI terbaru mereka sebelum dirilis secara luas kepada publik.
Perusahaan yang terlibat dalam kerja sama tersebut antara lain Microsoft, Google, hingga xAI milik Elon Musk. Kebijakan itu diumumkan oleh Center for AI Standards and Innovation (CAISI), lembaga di bawah Departemen Perdagangan Amerika Serikat, pada pekan lalu.
Baca Juga: Marc Marquez Absen di MotoGP Prancis dan Catalunya, Fokus Pemulihan Cedera
Melalui kerja sama tersebut, pemerintah AS akan memperoleh akses lebih awal untuk melakukan evaluasi terhadap potensi risiko keamanan nasional dari teknologi AI yang sedang dikembangkan perusahaan teknologi. Pemeriksaan dilakukan sebelum model AI digunakan secara luas oleh masyarakat maupun industri.
Langkah ini muncul di tengah meningkatnya perhatian pemerintah AS terhadap kemampuan sistem AI generatif yang dinilai semakin kompleks dan berpotensi menimbulkan ancaman baru.
Salah satu perhatian utama berasal dari kemampuan AI dalam mendukung aktivitas peretasan siber hingga kemungkinan penyalahgunaan untuk kepentingan militer.
Kekhawatiran itu menguat setelah muncul laporan mengenai kemampuan model AI canggih, termasuk model AI Mythos buatan Anthropic, yang disebut memiliki kapasitas untuk meningkatkan kemampuan serangan siber.
Baca Juga: Piala Asia 2027: Timnas Indonesia Bertemu Raja Terakhir di Match Pertama
CAISI menyatakan pengujian terhadap model AI dilakukan untuk menilai berbagai potensi ancaman yang dapat muncul dari penggunaan teknologi tersebut.
Evaluasi mencakup risiko keamanan siber, penyalahgunaan AI untuk operasi militer, hingga potensi perilaku tak terduga dari sistem AI.
"Ilmu pengukuran yang independen dan ketat sangat penting untuk memahami AI mutakhir dan implikasinya terhadap keamanan nasional," kata Direktur CAISI, Chris Fall, dalam pernyataan resminya.
Microsoft menyatakan siap bekerja sama dengan ilmuwan pemerintah AS dalam proses pengujian teknologi AI yang mereka kembangkan. Perusahaan teknologi tersebut juga akan membantu penyusunan dataset dan alur kerja pengujian model AI bersama pemerintah.
Selain itu, Microsoft menyebut pengujian akan mencakup analisis terhadap kemungkinan munculnya perilaku tak terduga dari sistem AI. Langkah serupa sebelumnya telah dilakukan Microsoft melalui kerja sama dengan AI Security Institute di Inggris.
Baca Juga: Hector Souto Bangga Timnas Futsal Indonesia Naik ke Ranking 14 Dunia FIFA
Kebijakan terbaru pemerintah AS ini menjadi bagian dari kelanjutan aturan yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump pada Juli 2025. Saat itu, pemerintah mulai memperkuat koordinasi dengan perusahaan teknologi untuk memeriksa model AI yang dinilai memiliki risiko terhadap keamanan nasional.
Sebelumnya, pemerintah AS juga telah menjalin kerja sama serupa dengan OpenAI dan Anthropic sejak 2024. Pada periode tersebut, CAISI masih menggunakan nama US AI Safety Institute di era pemerintahan Presiden Joe Biden.
CAISI menyebut telah menyelesaikan lebih dari 40 evaluasi terhadap model AI, termasuk sejumlah model canggih yang belum tersedia untuk publik. Dalam beberapa pengujian, pengembang AI bahkan memberikan versi model dengan tingkat pengamanan yang dikurangi agar pemerintah dapat meneliti potensi risiko secara lebih mendalam.
Baca Juga: Ruang Ganti Real Madrid Memanas, Pemain Disebut Ejek Alvaro Arbeloa dengan Julukan “Cone”
Di sisi lain, Pentagon juga terus memperluas pemanfaatan AI di lingkungan pertahanan. Pekan lalu, Departemen Pertahanan AS mengumumkan kerja sama dengan tujuh perusahaan AI untuk menghadirkan kemampuan AI canggih ke jaringan rahasia milik Pentagon.
Namun, Anthropic belum masuk dalam daftar perusahaan yang bekerja sama dengan Pentagon. Perusahaan tersebut masih terlibat perbedaan pandangan dengan Departemen Pertahanan AS terkait batas penggunaan teknologi AI untuk kepentingan militer.
Penguatan pengawasan AI oleh pemerintah AS menunjukkan bahwa teknologi kecerdasan buatan kini tidak hanya dipandang sebagai alat inovasi industri, tetapi juga bagian penting dari strategi keamanan nasional.
Pemerintah AS berupaya memastikan perkembangan AI tetap berada dalam pengawasan sebelum teknologi tersebut digunakan secara luas di berbagai sektor.
Editor : Bayu Shaputra