Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

TikTok Luncurkan Paket Bebas Iklan di Inggris, Langganan Rp 90 Ribu per Bulan

Bayu Shaputra • Selasa, 12 Mei 2026 | 17:32 WIB
Platform media sosial TikTok. (ZDNet).
Platform media sosial TikTok. (ZDNet).

 

RADARSITUBONDO.ID - TikTok resmi meluncurkan layanan langganan bebas iklan bernama TikTok Ad-Free di Inggris pada Senin (11/5/2026) waktu setempat.

Melalui layanan anyar ini, pengguna dapat menikmati pengalaman menonton video tanpa iklan dengan membayar biaya langganan sebesar 3,99 poundsterling per bulan atau sekitar Rp 90 ribu.

Peluncuran fitur tersebut sekaligus menjadi langkah terbaru TikTok mengikuti jejak Meta yang sebelumnya lebih dahulu menghadirkan paket bebas iklan untuk Instagram dan Facebook di kawasan Eropa serta Inggris.

Baca Juga: El Clasico Memanas, Unggahan Kylian Mbappe Saat Real Madrid Kalah dari Barcelona Picu Kemarahan Fans

TikTok menyebut layanan tersebut akan diluncurkan secara bertahap untuk pengguna berusia 18 tahun ke atas di Inggris dalam beberapa bulan mendatang.

Nantinya, pengguna akan menerima notifikasi pop-up yang meminta mereka menentukan pilihan, yakni tetap menggunakan TikTok gratis dengan iklan personalisasi atau berlangganan layanan bebas iklan.

Perusahaan menegaskan bahwa fitur ini tidak hanya menghapus iklan yang muncul di tab For You Page (FYP). Pengguna yang memilih paket berlangganan juga tidak lagi mengalami pelacakan data untuk kebutuhan iklan bertarget atau personalisasi iklan.

Baca Juga: Cuaca Jakarta Hari Ini 12 Mei 2026 Cerah, Hujan Ringan Berpotensi Guyur Jakarta Selatan dan Timur

Meski demikian, konten sponsor dari kreator masih tetap dapat muncul di platform. Video endorse maupun unggahan yang diberi tanda “#ad” tetap akan terlihat karena termasuk bagian dari kerja sama kreator dengan merek tertentu, bukan iklan sistem yang ditayangkan langsung oleh platform.

TikTok menyatakan layanan tersebut dihadirkan untuk memberi lebih banyak pilihan kepada pengguna terkait pengalaman mereka saat menggunakan aplikasi. “Kami percaya memberi komunitas pilihan tentang bagaimana mereka menikmati TikTok adalah salah satu cara terbaik untuk mendukung discovery, connection, dan inspirasi,” kata TikTok.

Paket langganan ini juga tidak menghadirkan fitur tambahan khusus bagi pelanggan. Pengalaman menggunakan aplikasi secara umum tetap sama seperti sebelumnya. Perbedaan utama hanya terletak pada hilangnya video iklan yang biasanya muncul saat membuka aplikasi maupun di sela-sela tayangan video FYP.

Di balik peluncuran fitur tersebut, langkah TikTok dinilai berkaitan erat dengan perubahan aturan privasi data di Inggris. Sebelumnya, Meta sempat menghadapi gugatan hukum dari aktivis hak asasi manusia asal Inggris, Tanya O’Carroll, terkait penggunaan data pribadi untuk kepentingan iklan tertarget.

Kasus tersebut kemudian mendorong Meta menyepakati sistem baru bersama regulator Inggris yang memungkinkan pengguna menolak penggunaan data pribadi mereka untuk kebutuhan iklan digital.

Model serupa sebelumnya juga sudah diterapkan Meta di Uni Eropa melalui paket langganan bebas iklan. Kini TikTok mulai mengadopsi pendekatan yang dikenal dengan istilah “consent or pay”.

Dalam skema tersebut, pengguna dapat tetap menikmati layanan gratis dengan konsekuensi data mereka dipakai untuk iklan personalisasi, atau memilih membayar untuk mendapatkan privasi lebih tinggi.

Baca Juga: Petisi Arne Slot Out Tembus 1 Juta Tanda Tangan, Fans Liverpool Murka usai Imbang Lawan Chelsea

Pakar media sosial Matt Navarra menilai tren tersebut perlahan mengubah konsep internet gratis yang selama ini dikenal masyarakat digital.

“Dulu konsepnya adalah pakai aplikasi gratis lalu melihat iklan. Sekarang konsepnya berubah jadi pakai aplikasi gratis dan biarkan datamu dipakai untuk iklan personal, atau bayar untuk keluar dari sistem itu,” kata Navarra kepada BBC.

Ia juga menyoroti potensi munculnya “internet dua kelas” akibat tren tersebut. Menurutnya, akan ada kelompok pengguna yang mampu membayar demi mendapatkan privasi lebih baik, sementara pengguna lain tetap harus menerima iklan personalisasi karena menggunakan layanan gratis.

Baca Juga: Napoli Gagal Kunci Tiket Liga Champions Usai Dikalahkan Bologna di Kandang

Di sisi lain, TikTok menegaskan sistem iklan digital mereka masih memiliki peran penting bagi pelaku usaha kecil di Inggris. Perusahaan milik ByteDance itu menyebut iklan di TikTok membantu ribuan usaha kecil dan menengah menjangkau pelanggan baru, meningkatkan penjualan, hingga membuka lapangan kerja baru.

Editor : Bayu Shaputra
#TikTok Ad-Free #Inggris