RADARSITUBONDO.ID - Apple dikabarkan tetap mempertahankan rencana peluncuran ponsel lipat pertamanya yang disebut-sebut akan menggunakan nama iPhone Ultra pada September 2026. Kabar tersebut muncul di tengah berbagai tantangan produksi yang masih membayangi pengembangan perangkat premium tersebut.
Informasi terbaru menyebutkan bahwa iPhone Ultra akan dibekali sistem pendinginan ruang uap atau vapor chamber (VC), teknologi yang dirancang untuk menjaga suhu perangkat tetap stabil saat menjalankan beban kerja berat.
Kehadiran teknologi ini dinilai menjadi salah satu langkah penting Apple dalam mengoptimalkan performa perangkat lipat yang mengusung desain sangat tipis.
Baca Juga: Daftar Lengkap Harga Aneka Sembako 6 Juni 2026, Harga Orisinil dari Produsen
Berdasarkan informasi yang beredar dari kalangan pembocor industri, tahap manufaktur pra-perakitan iPhone Ultra saat ini masih menghadapi tekanan.
Di sisi lain, upaya peningkatan kapasitas produksi awal juga dilaporkan berjalan lebih menantang dibandingkan perkiraan sebelumnya. Meski demikian, target peluncuran pada September 2026 disebut belum mengalami perubahan.
Perangkat tersebut disebut akan mengandalkan teknologi pendinginan ruang uap dengan kemampuan pengelolaan panas yang diklaim “cukup mengesankan”.
Apple diyakini mengerahkan kemampuan rekayasa termalnya secara maksimal guna memastikan performa perangkat tetap optimal meski hadir dalam desain yang sangat ramping.
Baca Juga: Tak Masuk Skuad Timnas Indonesia Juni 2026, Eliano dan Jordi Diproyeksikan Tampil di Piala AFF 2026
Laporan ini menjadi salah satu informasi pertama yang secara spesifik mengaitkan iPhone Ultra dengan penggunaan sistem pendingin ruang uap.
Kabar tersebut menarik perhatian karena sebelumnya sejumlah rumor menyebut Apple kemungkinan harus memangkas beberapa fitur untuk mempertahankan desain ultra-tipis pada perangkat lipat tersebut.
Beberapa fitur yang disebut berpotensi tidak hadir pada iPhone Ultra antara lain Face ID, kamera telefoto, MagSafe, Action Button, serta slot kartu SIM fisik.
Pengurangan sejumlah komponen itu diyakini berkaitan dengan upaya Apple menjaga ketebalan perangkat yang diperkirakan hanya sekitar 4,5 milimeter ketika layar dibuka sepenuhnya.
Jika informasi tersebut benar, iPhone Ultra akan menjadi salah satu perangkat Apple dengan desain paling tipis yang pernah dibuat.
Tantangan menjaga suhu perangkat dalam bodi yang sangat ramping menjadi alasan mengapa teknologi pendinginan yang lebih canggih dianggap penting untuk dihadirkan.
Baca Juga: Mees Hilgers Tetap Ikut Latihan Timnas Indonesia Meski Absen Lawan Oman dan Mozambik, Ini Alasannya
Sebelumnya, lini iPhone Air yang juga mengusung konsep desain tipis tidak menggunakan sistem pendinginan ruang uap. Karena itu, kemunculan laporan terbaru mengenai penggunaan teknologi tersebut pada iPhone Ultra menimbulkan spekulasi baru mengenai strategi Apple dalam mengembangkan perangkat lipat generasi pertamanya.
Apple sendiri telah mulai mengadopsi teknologi pendinginan ruang uap pada seri iPhone 17 Pro. Sistem tersebut bekerja dengan memanfaatkan aliran air deionisasi dalam jumlah kecil untuk memindahkan panas dari chipset ke area rangka perangkat sehingga distribusi suhu menjadi lebih merata.
Teknologi itu diklaim mampu meningkatkan performa berkelanjutan hingga 40 persen ketika menjalankan tugas berat dibandingkan sistem pendingin berbasis grafit yang digunakan pada model Pro generasi sebelumnya.
Pengalaman tersebut dinilai menjadi fondasi bagi Apple untuk mengimplementasikan solusi serupa pada perangkat lipat yang membutuhkan manajemen panas lebih kompleks.
Baca Juga: Kunjungi Sekolah Indonesia Jeddah, Kepala BGN Bahas Peluang Pemberian MBG bagi Siswa Indonesia
Di sisi lain, laporan mengenai kendala produksi iPhone Ultra masih terus bermunculan. Sebelumnya disebutkan bahwa proses pra-perakitan menghadapi masalah terkait teknologi surface-mount technology (SMT), salah satu tahap penting dalam proses pemasangan komponen elektronik.
Informasi tersebut berbeda dengan laporan lain yang menyebut tantangan utama justru berasal dari komponen engsel. Dalam laporan tersebut, engsel perangkat dikabarkan belum mampu memenuhi standar kontrol kualitas Apple, khususnya untuk pengujian buka-tutup dalam frekuensi tinggi dan penggunaan jangka panjang.
Namun, klaim mengenai masalah engsel kemudian dibantah oleh sumber lain yang menilai persoalan utama bukan berasal dari komponen tersebut. Perbedaan informasi ini menunjukkan bahwa pengembangan perangkat lipat Apple masih berada dalam fase yang sangat dinamis dan melibatkan berbagai tantangan teknis.
Kabar mengenai hambatan produksi juga sempat memunculkan laporan bahwa jadwal produksi iPhone Ultra mengalami keterlambatan sekitar satu hingga dua bulan.
Meski demikian, keyakinan terhadap target peluncuran pada musim gugur 2026 masih tetap terjaga. Produksi massal perangkat bahkan disebut masih dijadwalkan dimulai pada Juli mendatang.
Selain persoalan teknis, proses negosiasi harga dengan mitra perakitan Apple juga disebut menjadi salah satu faktor yang berpotensi memengaruhi kelancaran produksi.
Kendati demikian, hingga saat ini belum ada indikasi bahwa tantangan tersebut akan menggeser target debut perangkat ke tahun berikutnya.
Optimisme terhadap jadwal peluncuran juga diperkuat oleh berbagai laporan yang menyebut pengembangan iPhone Ultra masih berada di jalur yang sesuai rencana.
Meski produksi belum ditingkatkan secara penuh, perangkat tersebut diyakini akan diperkenalkan bersamaan dengan jajaran iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max pada September 2026.
Dari sisi spesifikasi, iPhone Ultra disebut akan hadir dengan layar utama berukuran 7,8 inci yang dapat dilipat dan layar penutup berukuran 5,5 inci. Perangkat ini dikabarkan akan ditenagai chipset A20 serta modem C2 generasi terbaru untuk mendukung performa dan efisiensi daya yang lebih baik.
Menariknya, Apple disebut akan mengandalkan Touch ID sebagai sistem autentikasi utama menggantikan Face ID. Selain itu, perangkat ini juga diperkirakan membawa dua kamera belakang yang disesuaikan dengan kebutuhan desain bodi ultra-tipis.
Untuk harga, iPhone Ultra diprediksi masuk ke segmen premium dengan banderol mulai sekitar 2.000 dolar AS. Dengan kombinasi desain lipat, teknologi pendinginan ruang uap, dan spesifikasi kelas atas, perangkat ini berpotensi menjadi salah satu produk Apple yang paling menarik perhatian pada 2026.
Editor : Bayu Shaputra