RADARSITUBONDO.ID - Kecerdasan buatan (AI) kini tidak hanya mampu menjawab pertanyaan atau membuat konten. Teknologi ini bahkan berhasil mengungguli manusia dalam salah satu ujian akademik paling sulit di dunia.
Model AI buatan OpenAI, Google, dan Anthropic dilaporkan lulus seleksi masuk University of Tokyo dan Kyoto University, dua kampus paling bergengsi di Jepang. Sejumlah model bahkan mencetak nilai lebih tinggi dibanding peserta manusia dengan skor terbaik.
Temuan tersebut diungkap perusahaan AI Jepang, LifePrompt, setelah menguji tiga model terbaru, yakni ChatGPT 5.2 Thinking, Google Gemini 3 Pro Preview, dan Claude Opus 4.5 menggunakan soal ujian masuk tahun akademik 2026.
Baca Juga: Timnas U19 Indonesia Lolos Semifinal AFF U19 2026, Australia Berpotensi Jadi Lawan Garuda Muda
University of Tokyo dan Kyoto University dikenal memiliki standar seleksi yang sangat ketat. Setiap tahun sekitar 500.000 siswa mengikuti ujian masuk perguruan tinggi di Jepang. Khusus University of Tokyo, persaingan masuk fakultas-fakultas unggulan kerap disebut sebagai salah satu yang paling kompetitif di dunia.
Dari seluruh model yang diuji, ChatGPT mencatat performa paling menonjol. Pada jalur Natural Sciences III University of Tokyo, yang menjadi pintu masuk kedokteran dan sains paling bergengsi, ChatGPT memperoleh 503 dari total 550 poin. Angka itu melampaui skor tertinggi peserta manusia yang mencapai 453 poin.
Tak hanya unggul secara keseluruhan, ChatGPT juga meraih nilai sempurna pada ujian matematika. Pada jalur Humanities and Social Sciences, model AI tersebut kembali mencetak 452 poin dari total 550 poin, lebih tinggi dibanding skor tertinggi peserta yang diterima tahun ini, yakni 434 poin.
Baca Juga: Cuaca Indonesia Senin 9 Juni 2026: BMKG Prediksi Hujan Ringan hingga Sedang di Banyak Wilayah
Dominasi serupa terjadi di Kyoto University. Pada ujian masuk Fakultas Hukum, ChatGPT mencetak 771 poin, melampaui nilai peserta manusia terbaik yang berada di angka 734 poin. Sementara pada seleksi Fakultas Kedokteran, ChatGPT meraih 1.176 poin, lebih tinggi dibanding skor tertinggi peserta manusia yang mencapai 1.098 poin.
Namun capaian itu bukan hanya milik ChatGPT. Google Gemini 3 Pro Preview dan Claude Opus 4.5 juga berhasil melewati ambang kelulusan di berbagai jalur seleksi University of Tokyo maupun Kyoto University.
Gemini bahkan disebut memperoleh beberapa nilai matematika sempurna dalam berbagai kategori ujian. Sementara Claude mampu melampaui batas kelulusan di seluruh jalur yang diujikan, termasuk Natural Sciences III University of Tokyo dan Fakultas Kedokteran Kyoto University.
Menurut LifePrompt, hasil tersebut menunjukkan bahwa kemampuan AI generatif telah berkembang jauh melampaui eksperimen awal. Kini, hampir seluruh model AI kelas atas mampu menyelesaikan soal akademik tingkat tinggi yang sebelumnya hanya dapat dikerjakan manusia.
Perkembangan ini tergolong sangat cepat. Pada 2024, LifePrompt pernah menguji GPT-4 menggunakan soal ujian masuk University of Tokyo. Saat itu model AI tersebut gagal mencapai nilai minimum untuk lolos seleksi.
Namun hanya dalam dua tahun, peningkatan kemampuannya melonjak signifikan. Pada Januari 2026, ChatGPT tercatat meraih nilai rata-rata 97 persen dalam 15 mata pelajaran ujian masuk nasional Jepang dan membukukan sembilan nilai sempurna. Hasil terbaru dari University of Tokyo dan Kyoto University menunjukkan tren peningkatan tersebut masih berlanjut.
Baca Juga: Korlantas Polri Tunda Operasi Patuh 2026, Tilang ETLE dan Konvensional Tetap Disiapkan
Meski mampu mengungguli manusia dalam banyak bidang akademik, AI belum sepenuhnya sempurna. LifePrompt menemukan performa terbaik AI masih berada pada mata pelajaran yang memiliki jawaban pasti seperti matematika, fisika, kimia, dan informatika.
Sebaliknya, kemampuan AI menurun ketika menghadapi soal yang membutuhkan argumentasi, interpretasi, serta analisis terbuka. Salah satu contohnya terlihat pada ujian sejarah dunia. ChatGPT mampu meraih sekitar 90 persen pada ujian bahasa Inggris, tetapi hanya memperoleh sekitar 25 persen pada soal esai sejarah dunia.
Penilaian esai tersebut dilakukan langsung oleh pengajar dari lembaga bimbingan belajar terbesar di Jepang, Kawai Juku, sehingga tidak dinilai secara otomatis oleh sistem komputer.
Baca Juga: Gempa M 7,7 Guncang Sulawesi Utara, BNPB Minta Warga Pesisir 5 Provinsi Segera Evakuasi
Kepala LifePrompt, Satoshi Endo, menilai perkembangan AI saat ini menjadi sinyal penting bagi dunia pendidikan dan industri.
"Kecepatan evolusi AI sangat tinggi. Perusahaan perlu mulai memikirkan bagaimana bentuk pekerjaan dan bisnis mereka dalam 10 hingga 20 tahun ke depan," kata Endo.
Sementara itu, Profesor Satoshi Kurihara dari Keio University yang juga menjabat Ketua Japanese Society for Artificial Intelligence menegaskan manusia dan AI tidak semestinya bersaing di arena yang sama.
Menurut dia, AI memang unggul dalam menyerap dan memproses data dalam jumlah besar. Namun manusia masih memiliki keunggulan pada aspek penalaran, kreativitas, serta kemampuan memahami konteks secara lebih luas.
Editor : Bayu Shaputra