RADARSITUBONDO.ID - Apple semakin memperkuat langkahnya di bisnis periklanan dengan menyiapkan kehadiran iklan di Apple Maps.
Layanan tersebut akan difokuskan untuk membantu pengguna menemukan bisnis lokal dan berbagai destinasi menarik, sekaligus membuka peluang promosi bagi pelaku usaha yang ingin menjangkau lebih banyak calon pelanggan.
Rencana tersebut semakin terlihat setelah Apple merilis pedoman periklanan terbaru pada pekan ini. Sebelumnya, pada Maret 2026, perusahaan telah mengumumkan niat menghadirkan layanan iklan di aplikasi peta miliknya.
Meski demikian, Apple belum mengungkapkan tanggal peluncuran resmi dan hanya memastikan fitur tersebut akan mulai tersedia pada musim panas tahun ini di Amerika Serikat dan Kanada.
Baca Juga: Statistik Memalukan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Messi Cs Gagal Lepas Shot on Target
Pedoman baru itu menunjukkan bahwa konsep periklanan yang akan diterapkan di Apple Maps memiliki pendekatan berbeda dibandingkan layanan peta milik pesaingnya.
Apple menetapkan sejumlah aturan ketat mengenai jenis iklan yang diperbolehkan tampil di platform tersebut.
Secara umum, kebijakan tersebut mengadopsi standar yang selama ini diterapkan dalam proses peninjauan aplikasi di App Store.
Apple tidak mengizinkan iklan yang memuat unsur pencemaran nama baik, konten tidak pantas, promosi aktivitas ilegal atau kriminal, informasi yang menyesatkan, materi terkait narkoba, maupun konten bermuatan politik.
Baca Juga: Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente Ungkap Kunci Kalahkan Argentina
Salah satu aturan yang paling mencuri perhatian adalah larangan terhadap iklan layanan rumah tangga. Apple secara khusus memasukkan kategori tersebut ke dalam daftar promosi yang tidak diperbolehkan muncul di Apple Maps.
"Konten iklan yang berisi atau secara langsung maupun tidak langsung mempromosikan layanan rumah tangga, termasuk namun tidak terbatas pada jasa tukang ledeng, teknisi listrik, tukang kunci, HVAC, pengendalian hama, jasa atap, maupun kontraktor umum, dilarang," tulis Apple dalam pedoman tersebut.
Kebijakan tersebut menjadi pembeda dibandingkan Google Maps yang selama ini masih menampilkan promosi dari berbagai penyedia jasa lokal, termasuk layanan perbaikan rumah seperti tukang listrik maupun tukang ledeng.
Sebaliknya, Apple tampaknya ingin memosisikan Apple Maps sebagai sarana untuk membantu pengguna menemukan berbagai lokasi baru yang relevan dengan aktivitas sehari-hari. Pendekatan tersebut juga tercermin dalam informasi mengenai layanan iklan Apple Maps yang disiapkan perusahaan.
Apple menjelaskan bahwa aplikasi Maps digunakan banyak orang untuk menjelajahi berbagai tempat baru, mulai dari kedai kopi, restoran, toko, hingga berbagai landmark.
Melalui layanan iklan tersebut, bisnis lokal nantinya dapat meningkatkan visibilitas sehingga lebih mudah ditemukan pengguna ketika mencari tujuan atau lokasi tertentu.
Dengan strategi tersebut, Apple diperkirakan akan lebih memprioritaskan promosi tempat-tempat yang berkaitan dengan kegiatan sehari-hari, kuliner, hiburan, maupun rekreasi, dibandingkan layanan yang berhubungan dengan perbaikan rumah.
Selain jasa rumah tangga, perusahaan juga menetapkan larangan terhadap iklan yang berkaitan dengan pinjaman uang muka serta ATM mata uang kripto.
Kebijakan tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya Apple menjaga pengalaman pengguna agar tetap nyaman dan tidak dipenuhi promosi yang dianggap kurang relevan.
Pengembangan iklan di Apple Maps juga menjadi bagian dari strategi memperkuat bisnis layanan atau Services yang dalam beberapa tahun terakhir terus berkembang sebagai salah satu penyumbang pendapatan perusahaan.
Selain berasal dari layanan berlangganan digital, Apple juga memperoleh pemasukan dari biaya transaksi di App Store serta bisnis periklanan yang terus diperluas.
Saat ini Apple telah menghadirkan ruang iklan di Apple News dan sejumlah bagian App Store. Pada 2022, perusahaan juga memperluas penempatan iklan di App Store, mulai dari hasil pencarian, halaman aplikasi, hingga tab Today.
Melalui Apple Maps, perusahaan tampaknya mengambil pendekatan yang lebih selektif dengan membatasi kategori iklan yang dapat ditampilkan.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa Apple tidak hanya berupaya memperluas bisnis periklanan, tetapi juga tetap menjaga pengalaman pengguna dengan memastikan promosi yang muncul lebih relevan dengan aktivitas pencarian lokasi dan destinasi.
Editor : Bayu ShaputraSumber : berbagai sumber