RADARSITUBONDO.ID - Pengusaha teknologi Elon Musk mengumumkan rencana ambisius untuk mengembangkan film layar lebar berbasis kecerdasan artifisial (AI) melalui teknologi miliknya, Grok Imagine.
Musk menyebut film berjudul The Odyssey akan diproduksi sepenuhnya menggunakan AI dan ditargetkan selesai pada akhir 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Musk melalui akun media sosial X. Dalam unggahannya, ia mengungkapkan bahwa proyek tersebut akan menghadirkan kisah The Odyssey dengan pendekatan yang tetap menghormati sejarah serta karya sastra klasik karangan Homer.
"Sebelum tahun ini berakhir, Grok Imagine akan membuat film panjang The Odyssey yang akurat secara historis dan sesuai karya seni Homer," tulis Musk.
Unggahan itu turut disertai video pendek berdurasi sekitar tiga menit yang dibuat menggunakan AI. Video tersebut sebelumnya diunggah oleh salah satu pengguna X dan menampilkan visualisasi kisah The Odyssey dengan teknologi generatif.
Pernyataan Musk kembali menarik perhatian publik karena sebelumnya ia menjadi salah satu tokoh yang vokal mengkritik adaptasi film The Odyssey garapan sutradara Christopher Nolan. Kritik itu terutama ditujukan kepada keputusan pemilihan pemeran Helen dari Troya.
Pada Maret lalu, Musk sempat melontarkan kritik keras terhadap Christopher Nolan. Ia menilai keputusan memilih Lupita Nyong'o sebagai pemeran Helen dari Troya tidak tepat dan mengaitkannya dengan alasan di luar aspek artistik.
Dalam unggahan yang menuai perdebatan luas tersebut, Musk bahkan menulis bahwa "Chris Nolan adalah seorang rasis anti-kulit putih," serta menuduh sang sutradara memilih Nyong'o semata-mata "demi meraih penghargaan".
Meski kritik tersebut sempat menjadi sorotan sebelum film dirilis, performa The Odyssey di bioskop justru menunjukkan hasil yang sangat positif.
Film produksi Universal Pictures itu mendapat sambutan besar dari penonton di berbagai negara sejak penayangan perdananya.
Baca Juga: Iran Klaim Jalur Selatan Selat Hormuz Dipasangi Ranjau, IRGC Peringatkan Amerika Serikat
Pada akhir pekan pembukaan global, The Odyssey berhasil membukukan pendapatan sekitar 264 juta dolar Amerika Serikat.
Capaian tersebut menempatkan film itu sebagai salah satu pembukaan terbesar tahun ini sekaligus memperkuat posisinya sebagai kandidat film dengan pendapatan tertinggi sepanjang karier Christopher Nolan.
Tren positif tersebut diperkirakan masih akan berlanjut dalam beberapa pekan mendatang seiring tingginya minat penonton terhadap adaptasi kisah epik karya Homer itu.
Baca Juga: Inter Miami Resmi Rekrut Casemiro, Lionel Messi Kini Punya Tandem Baru di Lini Tengah
Di sisi lain, pengumuman Musk mengenai Grok Imagine menunjukkan semakin besarnya ambisi perusahaan teknologi untuk memasuki industri perfilman melalui kecerdasan artifisial.
Jika rencana tersebut terealisasi sesuai target, The Odyssey versi Grok Imagine akan menjadi salah satu proyek film layar lebar berbasis AI yang paling menyita perhatian publik.
Rencana itu juga menjadi gambaran bagaimana teknologi AI generatif semakin berkembang, tidak hanya digunakan untuk menghasilkan gambar maupun video pendek, tetapi juga diarahkan untuk memproduksi karya sinematik berdurasi panjang.
Hingga saat ini, belum ada rincian lebih lanjut mengenai proses produksi, jadwal pengembangan, maupun konsep visual yang akan digunakan Grok Imagine dalam menggarap film tersebut.
Baca Juga: Kementerian PU Siapkan Tol Prosiwangi di Situbondo Jadi Landasan Darurat Jet Tempur
Meski demikian, pernyataan Elon Musk telah memunculkan diskusi baru mengenai masa depan industri perfilman di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan artifisial.
Sementara versi layar lebar karya Christopher Nolan terus mencatatkan performa impresif di box office, publik kini juga menantikan apakah Grok Imagine mampu mewujudkan adaptasi The Odyssey berbasis AI yang dijanjikan selesai pada akhir 2026.
Editor : Bayu ShaputraSumber : berbagai sumber