Qualcomm Siapkan Kenaikan Harga Prosesor Akibat Krisis Pasokan Komponen, Industri HP Terdampak

Bayu Shaputra • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 13:48 WIB
Qualcomm. (Manado Post)
Qualcomm. (Manado Post)

 

RADARSITUBONDO.ID - Perusahaan teknologi Qualcomm berencana menaikkan harga jajaran produk prosesornya mulai awal September 2026.

Kebijakan tersebut diambil sebagai respons terhadap meningkatnya biaya komponen serta gangguan rantai pasok yang masih membayangi industri semikonduktor global.

Rencana kenaikan harga itu diperkirakan akan memberikan dampak luas terhadap industri perangkat elektronik.

Pasalnya, Qualcomm merupakan salah satu pemasok chipset terbesar di dunia yang produknya digunakan pada berbagai ponsel pintar Android kelas premium, komputer berbasis kecerdasan artifisial (AI), hingga perangkat wearable.

Baca Juga: Perry Warjiyo Mundur, Destry Damayanti Ditunjuk Pimpin Sementara Bank Indonesia

Perusahaan multinasional asal Amerika Serikat tersebut dikabarkan telah mengirimkan pemberitahuan kepada para pelanggannya mengenai penyesuaian harga yang akan diberlakukan untuk seluruh produk yang dikirim setelah 1 September 2026.

Dalam pemberitahuan tersebut, Qualcomm menjelaskan bahwa perusahaan tidak lagi mampu menyerap kenaikan biaya komponen yang dibebankan oleh para pemasok.

Kondisi tersebut membuat perusahaan harus melakukan penyesuaian harga agar operasional bisnis tetap berjalan.

Selain menghadapi kenaikan harga dari pemasok, Qualcomm juga mengungkapkan telah berupaya mencari sumber komponen alternatif untuk menjaga kestabilan pasokan.

Namun, langkah tersebut belum mampu sepenuhnya mengatasi tekanan biaya produksi yang terus meningkat.

Sebagian besar chip Qualcomm diproduksi oleh Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC).

Produsen semikonduktor terbesar di dunia itu saat ini masih menghadapi tantangan dalam rantai pasok yang berdampak pada kapasitas produksi.

Baca Juga: Perry Warjiyo Mundur, Destry Damayanti Ditunjuk Pimpin Sementara Bank Indonesia

Permasalahan tersebut tidak hanya dialami Qualcomm. Sejumlah perusahaan teknologi juga menghadapi situasi serupa akibat tingginya kebutuhan memori dan berbagai komponen elektronik untuk pembangunan pusat data berbasis kecerdasan artifisial.

Lonjakan investasi pada infrastruktur AI membuat permintaan terhadap komponen semikonduktor meningkat tajam. Akibatnya, pasokan menjadi semakin terbatas sehingga harga berbagai komponen penting ikut mengalami kenaikan.

Di sisi lain, Qualcomm juga dilaporkan mengalami perlambatan penjualan sepanjang tahun ini.

Kondisi tersebut dipicu oleh sejumlah pelanggan yang tidak dapat memproduksi perangkat sesuai target karena keterbatasan pasokan komponen.

Keterlambatan produksi perangkat dari para mitra membuat permintaan terhadap chipset Qualcomm ikut terdampak.

Meski demikian, perusahaan masih mampu membukukan pendapatan kuartal kedua tahun 2026 yang melampaui proyeksi pasar.

Baca Juga: Bupati Tabanan Sanjaya Sampaikan Duka Cita atas Tragedi di Baturiti, Ajak Warga Hormati Proses Hukum

Rencana kenaikan harga prosesor Qualcomm diperkirakan akan berimbas pada harga berbagai perangkat elektronik yang mengandalkan chipset buatan perusahaan tersebut.

Qualcomm selama ini menjadi salah satu pemain dominan di pasar prosesor ponsel Android. Berbagai produsen smartphone menggunakan chipset Snapdragon untuk menopang performa perangkat kelas atas mereka.

Sejumlah produk yang mengandalkan prosesor Qualcomm di antaranya lini ponsel Samsung Galaxy, termasuk Galaxy Z Fold 8 Ultra, Galaxy Z Fold 8, dan Galaxy Z Flip 8.

Selain itu, chipset Qualcomm juga digunakan pada komputer Microsoft CoPilot+ yang dirancang untuk mendukung fitur-fitur berbasis AI.

Tidak hanya itu, prosesor Qualcomm juga menjadi otak bagi berbagai perangkat pintar lainnya, termasuk kacamata pintar koleksi Ray-Ban Meta yang mengandalkan kemampuan pemrosesan AI dan efisiensi daya.

Baca Juga: Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo Resmi Mengundurkan Diri, Presiden Terima Surat Pengunduran Diri

Apabila kebijakan kenaikan harga mulai diterapkan sesuai jadwal pada September 2026, produsen perangkat berpotensi menyesuaikan harga jual produknya.

Dampaknya tidak hanya dirasakan pada segmen smartphone premium, tetapi juga komputer berbasis AI serta perangkat wearable yang menggunakan chipset Qualcomm.

Situasi tersebut berpotensi memengaruhi harga perangkat elektronik di pasar dalam beberapa waktu mendatang.

Editor : Bayu Shaputra
Sumber : ANTARA
Prosesor hp qualcomm