RADARSITUBONDO.ID - Google resmi memulai langkah besar dalam pengembangan layanan kecerdasan buatan dengan menghentikan penggunaan Google Assistant di sejumlah perangkat.
Perusahaan memastikan asisten virtual yang telah menjadi fitur bawaan Android selama bertahun-tahun itu akan digantikan secara bertahap oleh Gemini, chatbot berbasis AI generatif yang kini menjadi fokus utama Google.
Proses transisi tersebut akan menyasar berbagai perangkat, mulai dari ponsel dan tablet Android, perangkat Wear OS, hingga sejumlah perangkat aksesori yang telah mendukung Gemini.
Penghapusan Google Assistant dilakukan secara bertahap sehingga tidak seluruh pengguna akan kehilangan akses pada waktu yang sama.
Baca Juga: Meski Gagal Raih Trofi, Igor Tolic Yakin Persib Bandung Punya Modal Besar untuk Musim 2026/27
Pengguna mulai menerima pemberitahuan melalui email terkait perubahan tersebut. Dalam informasi yang dikirimkan Google dijelaskan bahwa proses penghentian Google Assistant akan dimulai pada 4 September.
Setelah tanggal tersebut, penghapusan layanan akan berlangsung secara bertahap selama beberapa pekan hingga seluruh perangkat yang memenuhi syarat selesai dialihkan ke Gemini.
Setelah proses migrasi selesai, Google Assistant tidak lagi dapat digunakan pada perangkat yang telah masuk dalam program transisi.
Sebagai gantinya, Gemini akan menjadi asisten digital utama yang menangani berbagai perintah suara maupun kebutuhan berbasis kecerdasan buatan.
Meski demikian, perubahan tersebut tidak berlaku untuk seluruh perangkat Android. Google menegaskan bahwa transisi hanya diterapkan pada perangkat yang telah memenuhi spesifikasi minimum untuk menjalankan Gemini serta berada di negara atau wilayah yang sudah mendukung layanan tersebut.
Selain ponsel dan tablet, sejumlah perangkat pendukung juga akan mengikuti perubahan ini. Beberapa aksesori, termasuk headphone yang kompatibel dengan Gemini, nantinya akan menggunakan layanan AI terbaru tersebut sebagai pengganti Google Assistant.
Di sisi lain, Google masih mempertahankan dukungan Google Assistant pada beberapa kategori perangkat. Layanan itu tetap tersedia di Google TV, Google Home, serta berbagai smart display yang hingga kini belum diumumkan akan beralih ke Gemini.
Pengguna perangkat Android lawas juga tidak perlu khawatir kehilangan layanan dalam waktu dekat.
Google sebelumnya menyampaikan bahwa Google Assistant tetap akan tersedia pada ponsel yang masih menggunakan Android 9 atau versi lebih lama dengan kapasitas RAM di bawah 2 GB.
Dengan demikian, perangkat yang belum mampu menjalankan Gemini masih dapat memanfaatkan fungsi-fungsi dasar Google Assistant seperti biasa.
Kebijakan berbeda diterapkan pada sektor otomotif. Google masih mempertahankan Google Assistant pada kendaraan yang menggunakan sistem Google built-in.
Namun, layanan tersebut tidak lagi tersedia bagi kendaraan yang mengandalkan Android Auto melalui koneksi dari ponsel pengguna.
Bagi pengguna Android yang telah memenuhi syarat tetapi belum mendapatkan Gemini secara otomatis, Google menyediakan aplikasi Gemini yang dapat diunduh melalui Google Play Store. Langkah tersebut memberikan kesempatan kepada pengguna untuk segera beralih ke layanan AI terbaru tanpa harus menunggu proses migrasi selesai.
Sementara itu, pengguna perangkat yang belum memenuhi persyaratan tetap dapat menggunakan konfigurasi yang ada. Mereka tidak diwajibkan langsung berpindah ke Gemini hingga perangkat maupun wilayahnya telah mendukung layanan tersebut.
Peralihan dari Google Assistant menuju Gemini menjadi bagian dari strategi Google dalam memperluas pemanfaatan kecerdasan buatan generatif di berbagai produk dan layanannya. Setelah bertahun-tahun menjadi asisten digital utama di Android, Google Assistant kini mulai digantikan oleh teknologi AI yang menawarkan kemampuan percakapan lebih alami, pemrosesan informasi yang lebih kompleks, serta integrasi yang lebih luas dengan berbagai layanan Google.
Editor : Bayu ShaputraSumber : berbagai sumber