OpenAI Bakal Masuk Pasar Hardware, Speaker Pintar Dibanderol Rp7 Jutaan

Bayu Shaputra • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 12:15 WIB
Open AI menggandeng Amazon untuk perluas komputasi awan.
Open AI menggandeng Amazon untuk perluas komputasi awan.

 

RADARSITUBONDO.ID - OpenAI dikabarkan tengah menyiapkan perangkat keras pertamanya berupa speaker pintar yang bakal dibanderol dengan harga cukup tinggi.

Perangkat tersebut disebut akan dipasarkan dengan harga sekitar 300-400 dolar AS atau setara Rp5,3 juta hingga Rp7,1 juta.

Kabar mengenai speaker pintar OpenAI ini muncul ketika perusahaan teknologi berbasis kecerdasan artifisial (AI) tersebut mulai memperluas bisnisnya ke sektor perangkat keras.

Langkah itu menjadi bagian dari upaya OpenAI menghadirkan produk teknologi yang tidak hanya bergantung pada perangkat lunak dan layanan AI.

Baca Juga: Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026, Erick Thohir Siapkan Evaluasi

Dilaporkan Engadget pada Kamis (6/8) waktu setempat, informasi mengenai perangkat tersebut pertama kali diungkap Mark Gurman dari Bloomberg.

Gurman selama ini dikenal luas melalui berbagai informasi awal mengenai produk dan perkembangan teknologi Apple.

Kini, Gurman mulai membagikan informasi mengenai rencana perangkat keras yang sedang dikembangkan OpenAI.

Berdasarkan sumber internal yang dikutipnya, speaker pintar tersebut bakal membawa desain yang cukup berbeda dibandingkan perangkat speaker pintar yang telah beredar di pasaran.

Perangkat itu disebut memiliki bentuk menyerupai cincin dengan ukuran kurang lebih seperti keping hoki. Diameternya diperkirakan berada di kisaran 7 sentimeter sehingga perangkat tersebut memiliki bentuk yang relatif ringkas.

Tidak hanya mengandalkan desain yang berbeda, speaker pintar OpenAI juga dikabarkan akan memiliki sejumlah komponen yang dapat bergerak secara mandiri.

Mekanisme tersebut diduga dirancang untuk memberikan pengalaman penggunaan yang lebih imersif sekaligus membuat perangkat terlihat lebih menarik ketika digunakan.

Baca Juga: Persija Jakarta Umumkan Tim Kepelatihan di Bawah Shin Tae-yong untuk Musim 2026/2027

Meski menjadi perangkat keras perdana OpenAI, speaker tersebut disebut memiliki fungsi yang cukup luas. Salah satu kemungkinan pemanfaatannya adalah sebagai perangkat untuk membantu mengendalikan sistem rumah pintar.

Namun, OpenAI disebut tidak akan menggunakan layar pada perangkat tersebut. Alih-alih mengandalkan panel visual seperti sejumlah perangkat pintar lainnya, speaker ini kabarnya akan dilengkapi kamera dan berbagai sensor yang berfungsi memantau kondisi lingkungan di sekitarnya.

Kehadiran kamera dan sensor tersebut berpotensi menjadi salah satu bagian penting dari pengalaman penggunaan perangkat.

Dengan kemampuan tersebut, perangkat keras OpenAI tidak hanya berfungsi sebagai pengeras suara, tetapi juga dapat berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya.

Rencana OpenAI masuk ke bisnis perangkat keras juga menunjukkan keseriusan perusahaan untuk mengembangkan ekosistem teknologinya sendiri.

Sebelumnya, perusahaan telah menggelontorkan dana besar untuk mengakuisisi startup io yang dipimpin oleh Jony Ive.

Nilai akuisisi tersebut mencapai 6,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp115,6 triliun. Akuisisi itu menjadi salah satu langkah besar OpenAI dalam memperkuat kemampuan pengembangan perangkat keras.

Baca Juga: Cegah Aset Desa Digadaikan, Pemkab Situbondo Perkuat Pengawasan Lewat Sipades

Dengan keterlibatan Jony Ive, yang dikenal memiliki pengalaman panjang dalam merancang berbagai produk teknologi, langkah OpenAI di sektor hardware menjadi semakin menarik perhatian.

Speaker pintar yang kini dikabarkan sedang dikembangkan dapat menjadi salah satu produk awal dari strategi tersebut.

Meski demikian, persoalan harga berpotensi menjadi tantangan tersendiri bagi OpenAI. Jika kisaran harga 300-400 dolar AS tersebut benar, perangkat speaker pintar OpenAI akan berada di kategori harga yang relatif tinggi.

Harga tersebut dinilai cukup mahal jika dibandingkan dengan sejumlah produk pesaing. Bahkan perangkat yang menawarkan pengalaman penggunaan premium belum tentu dipasarkan dengan harga setinggi itu.

Baca Juga: Tolato PG Panji Disebut Makin Parah, Warga Pilih Tutup Rumah Saat Siang Hari

Kondisi tersebut membuat strategi penetapan harga menjadi salah satu faktor penting bagi keberhasilan produk.

OpenAI perlu memastikan bahwa fitur dan pengalaman yang ditawarkan speaker tersebut benar-benar mampu memberikan alasan bagi konsumen untuk membayar lebih mahal dibandingkan perangkat sejenis.

Bila harga tersebut tetap dipertahankan ketika produk resmi dipasarkan, speaker pintar OpenAI berpotensi menghadapi tantangan dalam menarik konsumen. Harga yang tinggi dapat membuat perangkat lebih sulit menjangkau pasar yang lebih luas.

Ada kemungkinan perangkat tersebut akhirnya hanya menjadi eksperimen mahal apabila konsumen tidak melihat nilai yang sebanding dengan harga jualnya.

Terlebih, pasar speaker pintar saat ini sudah diisi berbagai produk dengan rentang harga yang lebih beragam.

Meski begitu, OpenAI masih memiliki waktu untuk menguji respons pasar sebelum perangkat tersebut benar-benar diperkenalkan.

Produk ini diperkirakan baru akan meluncur pada 2027 sehingga perusahaan masih mempunyai kesempatan untuk mengevaluasi strategi, termasuk menentukan harga yang paling sesuai.

Editor : Bayu Shaputra
Sumber : ANTARA
speaker pintar openai