X Siapkan Original Content Rewards, Kreator Tak Bisa Lagi Andalkan Konten Repost

Bayu Shaputra • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:15 WIB
Ilustrasi logo X. (Freepik)
Ilustrasi logo X. (Freepik)

 

RADARSITUBONDO.ID - Platform jejaring sosial milik Elon Musk, X, bersiap mengubah sistem monetisasi yang selama ini digunakan untuk memberikan penghasilan kepada influencer dan kreator.

Perubahan tersebut ditandai dengan dihentikannya secara bertahap program Revenue Sharing. X kemudian menyiapkan skema baru bernama Original Content Rewards yang memberikan penekanan lebih besar terhadap orisinalitas konten yang dibuat kreator.

Menurut laporan TechCrunch, pada Sabtu (8/9) waktu setempat, X tidak lagi menerima peserta baru untuk mengikuti program Revenue Sharing. Kreator yang sudah terdaftar masih dapat memperoleh penghasilan melalui program tersebut hingga 7 September.

Setelah itu, mulai 8 September, para kreator yang memenuhi persyaratan dapat mengajukan diri untuk mengikuti Original Content Rewards.

Baca Juga: AS dan Kanada Kritik Tata Kelola FIFA, Sikap Berseberangan dengan Meksiko

Perubahan ini membuat sistem monetisasi X tidak lagi sekadar berfokus pada performa konten dan jumlah tayangan. X ingin memberikan penghargaan lebih besar kepada kreator yang benar-benar menghasilkan materi baru dan memiliki nilai orisinal bagi pengguna.

Meski programnya berubah, sejumlah persyaratan dasar bagi kreator tetap diberlakukan. Pengguna yang ingin mengikuti program monetisasi tersebut harus berlangganan salah satu paket X Premium.

Selain itu, kreator juga harus memenuhi ketentuan terkait jumlah pengikut dan performa tayangan dalam periode tertentu.

Salah satu syarat yang ditetapkan adalah memiliki sedikitnya 500 pengikut terverifikasi. Kreator juga harus memperoleh sedikitnya 500.000 tayangan Home Timeline dari pengguna terverifikasi dalam periode 90 hari.

Setelah memenuhi persyaratan tersebut, kreator dapat mengajukan diri untuk mengikuti program Original Content Rewards.

Nama program baru tersebut sekaligus menggambarkan perubahan arah yang ingin dilakukan X.

Platform itu akan lebih memperhatikan apakah konten yang dihasilkan kreator benar-benar merupakan karya sendiri atau hanya hasil mengambil dan mengunggah ulang materi milik pengguna lain.

Baca Juga: Gempa Kolombia Magnitudo 7,4 Tewaskan 111 Orang, Ribuan Rumah Rusak

X menyebut konten yang dapat masuk dalam kategori orisinal cukup beragam. Materi tersebut dapat berupa laporan dan analisis yang dibuat sendiri, foto maupun video hasil produksi pengguna, hingga meme dan grafis yang dirancang secara mandiri.

Komentar juga masih dapat diperhitungkan dalam program tersebut. Namun, X memberikan batasan terhadap penggunaan materi milik pihak lain.

Jika seorang kreator secara rutin menggunakan materi yang dibuat pengguna lain, konten tersebut harus mendapatkan tambahan nilai orisinal yang berarti agar tetap memenuhi pedoman konten orisinal X.

Dengan aturan tersebut, sekadar mengandalkan konten yang sudah beredar di platform menjadi semakin sulit untuk mendapatkan penghargaan dari program monetisasi baru.

X juga memberikan contoh mengenai jenis unggahan yang tidak dianggap sebagai konten orisinal. Salah satunya adalah unggahan yang hanya menyalin materi dari akun lain tanpa memberikan perubahan atau nilai tambahan.

Konten yang diunduh dari akun lain kemudian diunggah kembali ke akun sendiri juga tidak masuk dalam kategori orisinal. Hal serupa berlaku untuk konten yang sekadar diposting ulang tanpa adanya transformasi yang berarti.

Baca Juga: Kresek Bekas Disulap Jadi Busana Merah Putih, Lansia di Situbondo Raup hingga Rp500 Ribu

Perubahan sistem tersebut dilakukan setelah X menilai program Revenue Sharing yang berjalan saat ini tidak lagi memberikan insentif yang sesuai dengan tujuan platform.

Perwakilan X, Allegra Jacchia, mengatakan program yang ada saat ini “telah mencapai titik di mana insentifnya tidak lagi selaras”.

Menurut Jacchia, arah baru yang diinginkan X adalah mendorong kreator untuk lebih banyak menghasilkan konten baru dan orisinal. Kreator diharapkan tidak menjadikan besarnya pembayaran sebagai satu-satunya tujuan ketika membuat konten di platform.

Jacchia juga mengatakan X akan terus melakukan penyempurnaan terhadap program tersebut. Perusahaan akan meningkatkan model yang digunakan sekaligus menaikkan standar program dari waktu ke waktu.

“Kami sebenarnya bisa terus menambahkan lebih banyak aturan dan pengecualian. Namun, pada akhirnya, keputusan yang lebih baik memulai dari awal dan membangun program yang sejak hari pertama dirancang untuk memberikan penghargaan terhadap orisinalitas,” ujar Jacchia.

Baca Juga: Cuaca Panas dan Angin Kencang, Satpolairud Perketat Muatan Kapal di Jangkar

Perubahan menuju Original Content Rewards bukan keputusan yang muncul secara tiba-tiba. Sebelumnya, X telah beberapa kali melakukan penyesuaian terhadap sistem Revenue Sharing untuk mengatasi persoalan dalam skema monetisasi kreator.

Salah satu perubahan dilakukan pada April ketika X mengurangi pembayaran kepada akun agregator serta akun yang dinilai menggunakan pola “clickbait”.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya X untuk mengarahkan sistem monetisasi agar tidak terlalu menguntungkan akun yang mengandalkan distribusi ulang konten atau strategi untuk menarik perhatian pengguna tanpa memberikan nilai konten yang cukup.

Namun, perubahan pada sistem pembayaran juga sempat memunculkan keluhan dari sejumlah akun populer yang selama ini mendapatkan keuntungan dari skema Revenue Sharing.

Reaksi pengguna bahkan membuat Elon Musk membatalkan sebagian perubahan yang sebelumnya direncanakan X.

Salah satu kebijakan yang sempat menjadi sorotan berkaitan dengan pemberian bobot lebih besar terhadap audiens lokal kreator dalam penghitungan pembayaran. Kebijakan tersebut akhirnya dibatalkan setelah mendapatkan reaksi keras dari sejumlah pengguna.

Dengan hadirnya Original Content Rewards, X kini kembali mencoba membangun sistem monetisasi yang dinilai lebih sesuai dengan arah pengembangan platform.

Fokus pada konten orisinal juga menjadi langkah X untuk mendorong kreator menghasilkan materi yang memiliki nilai tambah, bukan sekadar memperbanyak unggahan melalui konten yang sudah dibuat oleh pengguna lain.

Editor : Bayu Shaputra
Sumber : berbagai sumber
X monetisasi Elon Musk