Elon Musk Makin Gila! SpaceX Targetkan 100 Ribu Satelit Starlink, Bikin Jutaan Satelit AI di Orbit Bumi

Titin Wulandari • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 11:00 WIB
AMBISI : SpaceX tambah 29 satelit starlink ambisi Elon Musk makin tak terbendung.(Instagram:@spacex)
AMBISI : SpaceX tambah 29 satelit starlink ambisi Elon Musk makin tak terbendung.(Instagram:@spacex)

 

Radarsitubondo.id - Ambisi SpaceX memperluas jaringan internet Starlink di orbit Bumi kembali menunjukkan perkembangan besar. Perusahaan antariksa milik Elon Musk tersebut sukses mengirimkan 29 satelit Starlink baru ke orbit rendah Bumi menggunakan roket Falcon 9.

Peluncuran berlangsung dari Cape Canaveral Space Force Station, Florida, Amerika Serikat, pada Selasa pukul 11.58 waktu setempat. Puluhan satelit yang baru diluncurkan itu kemudian bergabung dengan ribuan satelit Starlink yang telah lebih dahulu mengorbit Bumi.

Penambahan tersebut sekaligus memperlihatkan betapa cepatnya SpaceX membangun salah satu jaringan satelit terbesar yang pernah dibuat manusia.

Baca Juga: Helikopter Tempur Apache AS Jatuh di Texas, Dua Awak Tewas dan Picu Kebakaran Padang Rumput

Menurut astrofisikawan sekaligus pakar pelacakan objek luar angkasa, Jonathan McDowell, jumlah satelit Starlink yang masih aktif di orbit telah menembus lebih dari 10.900 unit.

Angka tersebut membuat Starlink menjadi konstelasi satelit terbesar dalam sejarah. Namun, jumlah tersebut rupanya masih jauh dari target jangka panjang SpaceX.

Jika perusahaan berhasil merealisasikan rencana ekspansinya, jumlah satelit Starlink di orbit akan meningkat berkali-kali lipat dari kondisi saat ini.

SpaceX disebut memiliki ambisi untuk memperbesar jaringan Starlink hingga mencapai 100 ribu satelit.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Hari Ini 14 Agustus 2026, Ada yang Harus Waspada Soal Cinta!

Target tersebut tergolong sangat besar karena berarti jumlah satelit yang mengorbit Bumi akan meningkat hampir sepuluh kali lipat dibandingkan jumlah satelit Starlink aktif saat ini.

Untuk mendukung ekspansi tersebut, SpaceX menyiapkan generasi terbaru satelit Starlink V3. Satelit ini dirancang dengan kemampuan komunikasi yang jauh lebih besar, termasuk kapasitas uplink dan downlink yang meningkat dibandingkan generasi sebelumnya.

Dengan kemampuan tersebut, Starlink diharapkan mampu menyediakan jaringan internet dengan kapasitas yang semakin besar untuk pengguna di berbagai wilayah dunia.

Ekspansi Starlink juga tidak terlepas dari kemampuan SpaceX menggunakan kembali roket Falcon 9.

Baca Juga: CEO Anthropic Khawatir Talenta Baru Hanya Mengejar Gaji Fantastis, Misi Keamanan AI Terancam?

Pada misi terbaru ini, booster B1085 kembali menjalankan penerbangan setelah sebelumnya digunakan untuk sejumlah misi penting. Booster tersebut tercatat pernah mendukung misi Crew-9 menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional atau ISS.

B1085 juga pernah digunakan dalam misi Fram2, penerbangan berawak yang mengelilingi wilayah kutub Bumi.

Kemampuan menggunakan booster berkali-kali menjadi salah satu strategi utama SpaceX untuk menekan biaya peluncuran. Semakin sering perangkat roket dapat digunakan kembali, semakin efisien pula biaya yang diperlukan untuk mengirim satelit dalam jumlah besar ke orbit.

Ambisi Elon Musk di luar angkasa ternyata tidak berhenti pada jaringan internet Starlink.

Baca Juga: Viral Challenge Hafalan Al Quran Berhadiah Miras di Ancol Berujung Hukum, 2 Orang Ditangkap Polisi

Musk sebelumnya juga pernah mengungkapkan gagasan yang jauh lebih ekstrem, yakni menempatkan hingga satu juta satelit pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI) di orbit Bumi pada masa mendatang.

Konsep tersebut menggambarkan visi Musk untuk membawa sebagian infrastruktur komputasi AI ke luar angkasa. Jika terealisasi, proyek tersebut berpotensi mengubah cara pusat data dan komputasi berkapasitas besar dikembangkan di masa depan.

Namun, rencana tersebut masih merupakan ambisi jangka panjang dan akan menghadapi tantangan teknologi, biaya, regulasi, serta kebutuhan peluncuran dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dengan lebih dari 10.900 satelit aktif dan target mencapai 100 ribu unit, Starlink menjadi proyek ambisius SpaceX yang terus berkembang.

Peluncuran 29 satelit terbaru menunjukkan bahwa SpaceX masih agresif menambah kapasitas konstelasinya. Jika Starlink V3 mulai memainkan peran besar dalam ekspansi berikutnya, kemampuan jaringan tersebut diperkirakan akan meningkat signifikan.

Di sisi lain, gagasan Elon Musk mengenai jutaan satelit pusat data AI menunjukkan bahwa persaingan teknologi tidak lagi hanya berlangsung di darat. Orbit Bumi perlahan mulai dipandang sebagai bagian dari infrastruktur digital masa depan.(*)

Editor : Titin Wulandari
SpaceX Starlink satelit Starlink teknologi luar angkasa Elon Musk