Galaxy S27 Ultra Dibekali Dua Chipset Berbeda, Snapdragon untuk AS dan Exynos untuk Eropa

Bayu Shaputra • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 15:51 WIB
Samsung Galaxy S26 Ultra.
Samsung Galaxy S26 Ultra.

 

RADARSITUBONDO.ID - Samsung kembali membuka kemungkinan mengubah strategi chipset untuk lini flagship-nya.

Galaxy S27 Ultra yang sebelumnya disebut hanya akan mengandalkan Snapdragon, kini dikabarkan tengah dipersiapkan dengan dua pilihan chipset berbeda untuk pasar tertentu.

Perubahan tersebut membuat Galaxy S27 Ultra berpotensi kembali menggunakan chipset Exynos, setelah beberapa generasi terakhir model Ultra lebih konsisten mengandalkan Snapdragon.

Baca Juga: Dipinjamkan Persib, Dion Markx Tak Sabar Ingin Unjuk Gigi Bersama Persita Tangerang

Dilansir dari laporan GSM Arena pada Rabu (2/9) waktu setempat, Samsung sebelumnya disebut telah menyiapkan Snapdragon 8 Elite Gen 6 sebagai satu-satunya chipset untuk Galaxy S27 Ultra.

Namun, rencana tersebut kabarnya mulai berubah setelah pengujian internal terhadap chipset Exynos 2700 menunjukkan hasil yang menjanjikan.

Performa Exynos 2700 yang dinilai cukup kompetitif membuat Samsung mempertimbangkan chipset tersebut untuk menjadi alternatif pada Galaxy S27 Ultra.

Jika keputusan itu berlanjut ke tahap produksi, flagship Samsung tersebut tidak akan memiliki konfigurasi chipset yang sama di seluruh dunia.

Baca Juga: Fabio Lefundes Pastikan Java United Antusias Hadapi Garudayaksa FC

Samsung MX dan LSI bahkan dilaporkan telah berkoordinasi dalam pengembangan motherboard Galaxy S27 Ultra yang dirancang menggunakan chipset Exynos.

Koordinasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan pengembangan perangkat keras. Samsung juga disebut tengah memastikan kesiapan pasokan Exynos 2700 agar dapat memenuhi kebutuhan produksi Galaxy S27 Ultra.

Strategi chipset berdasarkan wilayah

Jika rencana tersebut terealisasi, Galaxy S27 Ultra kemungkinan akan mengikuti pola yang digunakan Samsung pada sejumlah model Galaxy S27 lainnya.

Artinya, chipset yang digunakan dapat berbeda bergantung pada negara atau kawasan tempat perangkat tersebut dipasarkan.

Amerika Serikat diperkirakan tetap mendapatkan Galaxy S27 Ultra dengan Snapdragon 8 Elite Gen 6. Sementara itu, pasar Korea Selatan dan Eropa disebut menjadi wilayah yang berpotensi mendapatkan varian dengan Exynos 2700.

Pola tersebut akan menjadi perubahan menarik bagi lini Galaxy S Ultra.

Pasalnya, Samsung sebelumnya cenderung memisahkan penggunaan chipset berdasarkan wilayah pada beberapa generasi Galaxy, tetapi model Ultra dalam beberapa tahun terakhir justru lebih banyak mengandalkan Snapdragon.

Galaxy S22 Ultra yang meluncur pada 2022 menjadi model Galaxy S Ultra terakhir yang diketahui menggunakan chipset Exynos. Setelah generasi tersebut, Samsung tidak lagi membawa Exynos ke model Ultra.

Kembalinya Exynos pada Galaxy S27 Ultra, jika benar terjadi, sekaligus menjadi ujian penting bagi kemampuan chipset buatan Samsung.

Perusahaan tentu perlu memastikan performanya mampu bersaing dengan Snapdragon sebelum menerapkannya pada perangkat flagship teratas.

Exynos 2700 dipersiapkan dengan fabrikasi 2nm

Salah satu alasan yang membuat Exynos 2700 menarik perhatian adalah teknologi manufaktur yang akan digunakan. Chipset tersebut dikabarkan diproduksi menggunakan teknologi fabrikasi SF2P 2nm milik Samsung.

Teknologi tersebut disebut membawa sejumlah peningkatan dibandingkan generasi sebelumnya. Samsung dikabarkan menargetkan efisiensi daya yang lebih baik sekaligus peningkatan performa melalui proses fabrikasi baru tersebut.

SF2P 2nm diklaim mampu menekan konsumsi daya hingga 26 persen. Pada saat yang sama, teknologi tersebut juga disebut dapat meningkatkan kecepatan clock hingga 15 persen.

Kemampuan tersebut menjadi modal penting bagi Exynos 2700 apabila benar-benar dipasang pada Galaxy S27 Ultra.

Perangkat flagship tidak hanya membutuhkan performa tinggi, tetapi juga efisiensi agar konsumsi daya tetap terkendali ketika digunakan untuk aktivitas berat.

Dengan proses fabrikasi 2nm, Samsung tampaknya ingin menjadikan Exynos 2700 sebagai chipset yang lebih kompetitif.

Terlebih, keputusan menggunakan chipset tersebut pada Galaxy S27 Ultra akan membuat performanya berhadapan langsung dengan Snapdragon 8 Elite Gen 6 di pasar berbeda.

Desain Galaxy S27 Ultra ikut berubah

Perubahan pada Galaxy S27 Ultra tidak hanya diperkirakan terjadi pada bagian dapur pacu. Samsung juga disebut tengah menyiapkan sejumlah perubahan pada desain perangkat.

Salah satu bagian yang diperkirakan mengalami perubahan adalah modul kamera. Meski demikian, perubahan tersebut disebut tidak akan membuat dimensi keseluruhan Galaxy S27 Ultra berubah secara signifikan.

Ukuran perangkat diperkirakan masih mendekati Galaxy S26 Ultra. Dengan demikian, Samsung tampaknya lebih memilih melakukan penyegaran pada sejumlah bagian tanpa mengubah bentuk keseluruhan perangkat secara drastis.

Kamera telefoto 3x dikabarkan dihapus

Sektor kamera juga menjadi salah satu bagian yang berpotensi mendapatkan perubahan cukup besar. Samsung disebut akan menghapus kamera telefoto 10MP yang selama ini menawarkan kemampuan optical zoom 3x.

Sebagai gantinya, kamera telefoto 50MP dengan kemampuan optical zoom 5x yang tetap dipertahankan bakal mendapatkan peningkatan.

Perubahan tersebut menunjukkan arah Samsung yang mulai mengutamakan kemampuan kamera telefoto dengan resolusi lebih tinggi.

Kamera 50MP dengan optical zoom 5x dapat memberikan fleksibilitas lebih besar untuk mengambil gambar dari jarak jauh sekaligus mempertahankan detail foto.

Jika konfigurasi tersebut benar diterapkan, Galaxy S27 Ultra akan memiliki pendekatan kamera yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya.

Samsung tampaknya ingin mengoptimalkan sistem kamera dengan mengurangi satu sensor sekaligus meningkatkan kemampuan sensor telefoto yang dianggap lebih penting.

Baterai juga disiapkan lebih besar

Selain chipset dan kamera, kapasitas baterai Galaxy S27 Ultra juga dikabarkan mengalami peningkatan. Namun, peningkatan tersebut disebut belum mencapai angka 7.000mAh seperti rumor yang sempat beredar sebelumnya.

Kapasitas baterai yang lebih besar tetap menjadi peningkatan penting, terutama jika Galaxy S27 Ultra menggunakan chipset dengan kemampuan pemrosesan tinggi dan membawa berbagai fitur baru.

Kombinasi fabrikasi 2nm pada Exynos 2700 dan kapasitas baterai yang lebih besar juga dapat menjadi bagian dari strategi Samsung untuk meningkatkan efisiensi daya perangkat.

Untuk saat ini, penggunaan dua chipset pada Galaxy S27 Ultra masih berada pada tahap rencana dan laporan. Jika Samsung benar-benar merealisasikannya, keputusan tersebut akan menjadi salah satu perubahan paling menarik pada generasi Galaxy S Ultra berikutnya.

Pasar Amerika Serikat kemungkinan tetap menjadi wilayah Snapdragon, sedangkan Korea Selatan dan Eropa berpotensi kembali menjadi pasar Exynos.

Keputusan akhir Samsung nantinya akan menentukan apakah Exynos 2700 benar-benar kembali ke jajaran Galaxy S Ultra setelah absen sejak Galaxy S22 Ultra.

Editor : Bayu Shaputra
Sumber : berbagai sumber
Galaxy S27 Ultra Exynos 2700 Snapdragon 8 Elite Samsung