RadarSitubondo.id – Taman Nasional Baluran, Banyuputih, Situbondo, ternyata menyimpan beragam destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi.
Sebenarnya, ada dua jalur menuju taman nasional Baluran yang berjuluk Africa van Java ini. Yaitu jalur barat dan jalur selatan.
Untuk jalur barat, bisa ditempuh dari Karangtekok, Sumberwaru, Situbondo. Tepatnya di pertigaan Jalur Pantura sebelum hutan Baluran. Wisata yang dituju adalah Bilik, Sijile, Merak, Lempuyang, Sirondo, dan Cimacan.
Sedangkan jika lewat selatan, bisa ditempuh melalui kawasan Batangan di Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Situbondo. Pintu masuk sebelah timur ini berada di dekat Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi.
Di artikel ini akan dijelaskan 7 spot wisata Baluran jika ditempuh dari pintu masuk sisi selatan. Atau dari arah Wongsorejo, Banyuwangi.
Yang menarik, para pengunjung yang pernah mendatangi spot-spot menarik di TN Baluran ini seolah-olah berada di Afrika.
Maklum, dari segi iklim, geografis, dan suhu di TN Baluran mirip-mirip dengan Benua Afrika. Yakni panas, kering, dan gersang.
Semua hewan-hewannya juga dilindungi. Mulai kijang, banteng, merak, ayam hutan, kera, kerbau liar, dan lain-lain.
Berikut destinasi wisata menarik yang menjadi andalan di Taman Nasional Baluran, Situbondo, alias Africa van Java, dari arah selatan.
1. Goa Jepang
Bangunan goa Jepang berada di pintu masuk sisi timur dari Taman Nasional Baluran Situbondo. Letaknya di Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih.
Kondisi goa Jepang ini masih terlihat kokoh. Padahal bangunan tersebut sudah berumur puluhan tahun.
Goa tersebut dibangun pada tahun 1941 di masa pendudukan Jepang. Bentuk bangunan goa hingga kini masih asli. Tidak berubah.
Keberadaan goa tersebut sekaligus menjadi bukti nyata bahwa pernah terjadi penjajahan Jepang di wilayah tersebut.
Luas Goa tersebut yaitu 12 meter persegi, yang digunakan sebagai tempat penyimpanan amunisi dan juga benteng pertahanan tentara Jepang.
2. Hutan Evergreen
Begitu masuk ke TN Baluran, pengunjung akan mendapati hutan evergreen. Jalan yang mirip terowongan hijau ini merupakan satu-satunya jalan menuju ke Padang Savana Bekol.
Jika sedang beruntung, beberapa hewan langka bisa ditemui di hutan evergreen ini. Seperti harimau, kupu-kupu, ayam hutan, hingga pohon tropis yang menjadi rumah bagi berbagai spesies hewan.
3. Savana Bekol
Setelah melewati hutan evergreen, objek wisata berikutnya di Taman Nasional Baluran adalah Savana Bekol.
Destinasi yang berlokasi di dalam arena TN Baluran ini, pengunjung bisa menikmati panorama hutan kering dan gunung Baluran dari ketinggian 64 meter di atas permukaan laut.
Ada dua jenis padang savana di Baluran. Yaitu flat savana (padang rumput alami datar) dan undulting savana (padang rumput alami bergelombang). Flat savana tumbuh pada tanah aluvial berbatu-batu.
Tipe savana ini terdapat di bagian tenggara kawasan. Yaitu daerah sekitar Plalangan dan Bekol dengan luasan sekitar 2000 ha.
Di tempat ini ada berbagai jenis satwa liar. Seperti merak, ayam hutan, banteng, kerbau liar, rusa, kijang, babi hutan, dan lain-lain.
4. Menara Pandang
Menara Pandang di Taman Nasional Baluran terletak di Bekol. Tepatnya di sisi utara penginapan padang savana.
Dari sini, pengunjung bisa menikmati pemandangan hutan Baluran dari atas.
Pemandangan dari atas sungguh mempesona. Gunung, selat Bali, dan pepohonan, padang savana Bekol, dan sejumlah satwa langka yang bisa dilihat dari menara ini.
Menara ini memang dirancang untuk mengamati seluruh satwa liar yang ada di Savana Bekol.
5. Pantai Bama
Pantai Bama berada sekitar 3 kilometer ke arah timur dari Savana Bekol Taman Nasional Baluran.
Pantai ini merupakan pantai yang landai dan berpasir putih, dengan formasi terumbu karang dan ikan hias yang indah. Itu semua bisa disaksikan saat air laut surut atau saat diving.
Di sekitar Pantai Bama, juga dapat disaksikan atraksi aneka satwa. Seperti kerbau liar sedang minum, kijang dan rusa, babi hutan mencari makan, biawak, ratusan kera yang sedang mencari makan di daerah pantai saat air laut surut.
Di tempat ini pengunjung juga bisa melakukan snorkling atau diving untuk melihat terumbu karang dan ikan hias, berkano menyusuri pantai di sekitar hutan bakau, dan berenang.
Di samping satwa, dapat pula disaksikan berbagai jenis flora. Seperti formasi hutan mangrove yang masih utuh, serta terdapat pohon soneratia (bakau) terbesar di dunia (keliling + 450 cm).
6. Dermaga Mangrove Bama
Di samping satwa liar, dapat pula disaksikan berbagai jenis flora di Dermaga Mangrove Pantai Bama.
Dermaga Mangrove ini berada di sisi selatan Pantai Bama. Lokasinya membelah hutan mangrove hingga ke bibir pantai.
Formasi hutan mangrove di TN Baluran masih utuh. Terdapat pohon soneratia (bakau) terbesar di dunia (keliling + 450 cm). Sayang, pohon terbesar ini sudah mati.
Pada daerah mangrove ini flora yang umum dijumpai adalah api-api, bogem dan bakau.
Bahkan, pada beberapa tempat dapat dijumpai tegakan murni tinggi (ceriops tagal) dan bakau (rhizophora apiculata).
7. Perairan Bama
Pemandangan bawah laut di perairan Pantai Bama sayang dilewatkan bagi pecinta snorkeling. Ada beragam ikan hias dan terumbu karang alami yang bisa dijumpai.
Di peraian Pantai Bama ini terhampar Pasir Putih sampai 300 meter ke arah Selat Bali. Pantai ini dikelilingi hutan mangrove.
Bagi para penggemar snorkeling, mereka bisa melakukan aktivitas tersebut tanpa harus sewa Perahu.
Hal ini karena pengunjung bisa langsung menuju ke tengah laut dengan jarak sekitar 100 hingga 200 meter untuk menikmati pemandangan bawah laut terutama hamparan karangnya.
Tidak hanya karang, berbagai macam jenis ikan dan hewan air bisa ditemui.
Jika belum puas, pengunjung bisa sewa perahu agar bisa menikmati keindahan alam bawah laut di perairan yang lebih dalam. (*)
Editor : Ali Sodiqin