RadarSitubondo.id - Siapa sangka, Taman Nasional (TN) Baluran Situbondo yang kini menjadi kawasan konservasi rupanya pernah ditebang habis.
Dalam perjalanannya TN Baluran mengalami pasang surut. Awal sejarah Baluran yakni sebagai hutan produksi kayu jati.
Namun akhirnya ditetapkan sebagai kawasan hutan lindung konservasi.
Tahukah kalian? Pohon-pohon di TN Baluran rupanya sempat ditebang habis.
Dikutip dari laman resmi TN Baluran, awalnya taman nasional ini ditunjuk sebagai Suaka Margasatwa (wildreservaat) seluas ±25.000 ha tahun 1930.
Kemudian di tahun 1937 Baluran ditunjuk sebagai kawasan Baluran sebagai wild resevaat (game reserve).
Area hutan produksi jati Bitakol dimasukkan juga sebagai bagian kawasan dimaksud seluas total ±25.000 Ha.
Saat itu penebangan dan penanaman jati terus dilakukan dalam skala kecil. Kemudian mulai tahun 1955 sampai 1964, kegiatan eksploitasi terus meningkat.
Area hutan seluas sekitar 1.000 Ha ditebang habis dan ditanami kembali dengan jati mulai tahun 1955 sampai 1965 dan selanjutnya pada areal seluas sekitar 2.000 Ha mulai tahun 1966 sampai 1976.
Namun kini penebangan pohon di TN Baluran telah dilarang keras.
Bahkan Baluran menjadi wisata alam andalan, khususnya Situbondo dan Banyuwangi. (*)
Editor : Ali Sodiqin