RadarBanyuwangi.id – Gunung tertinggi di Banyuwangi, Gunung Raung, hingga kini masih termasuk gunung api aktif di Banyuwangi.
Letak gunung yang berada di sebelah barat Banyuwangi ini berbatasan langsung dengan Bondowoso dan Jember.
Gunung Raung yang memiliki tinggi 3.344 mdpl ini merupakan “tetangga” dekat dengan Gunung Ijen yang memiliki ketinggian 2.799 mdpl.
Letak Gunung Ijen dan kawahnya yang mendunia berada di sebelah utara Gunung Raung.
Kedua gunung ini sama-sama menjadi salah satu tujuan wisata alam yang terkenal di Indonesia dan seluruh dunia.
Berikut inil adalah sejarah aktivitas kegempaan dan letusan Gunung Raung sepanjang masa:
Pada tahun 1956, 1597, 1638, 1730, 1787-1789 terjadi letusan besar.
1800-1808, 1812-1814, 1817, 1838,1859, 1860 terjadi letusan.
1864 terdengar suara gemuruh di siang hari gelap yang terjadi mulai tanggal 6 Juli. Mungkin disebabkan hujan abu.
1881 gumpalan asap disertai gemuruh, terjadi hujan abu tipis di sekitar Banyuwangi.
1885 terjadi letusan pada bulan Juni.
1890 terjadi letusan sejak Juli, Agustus sampai pertengahan September. Letusan paroksimal terjadi pada tanggal 13 September.
1902 muncul kerucut di dasar kawah 16 Februari.
1903, 04, 13, 15, 16, 17, 21, 24, 27, 28, 29 gemuruh gumpalan asap.
1940, 1941, 1943 letusan abu.
1944 aliran lava di dasar kawah pada Januari hingga November.
1953 letusan tinggi 6 Km pada Januari hingga Maret, abu menyebar hingga radius 200 Km.
1956 letusan tinggi mencapai 12 Km pada 19 Februari disertai dentuman selama 4 jam, abu menyebar sampai Bali dan Surabaya.
1961 peningkatan kegiatan.
1973 hampir semua permukaan dasar kawah tertutup aliran lava dari kerucut yang ada di tengah dasar kawah. Tembusan fumarola terdapat kerucut sinder.
1989 terjadi letusan abu.
Kegiatan gunung raung selama tiga tahun terakhir embusan asap berwarna putih, tekanan lemah dengan ketinggian 50 hingga 75 meter dari puncak.
Suara gemuruh terus berlangsung sampai saat ini. (*)
Editor : Ali Sodiqin