RadarSitubondo.id - Nama Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah Syafi'iyah, Sukorejo tidak hanya terkenal di Situbondo.
Pesantren dengan puluhan ribu santri ini telah menjadi rujukan untuk lembaga pendidikan agama di tanah air.
Ponpes Sukorejo sendiri terus menunjukkan eksistensinya dengan perkembangan yang sangat pesat.
Lembaga pendidikan tinggi juga dibangun dan beberapa program studi umum juga ada di yayasan pendidikan Sukorejo.
Selain itu, pondok Sukorejo semakin terkenal dengan adanya wisata religi Sukorejo yang juga terus dikembangkan.
Dimana, makam KHR As'ad Syamsul Arifin, pendiri pesantren sekaligus pahlawan nasional ini tak pernah sepi didatangi peziarah.
Jadi bukan hanya wali santri saja yang berkunjung, akan tetapi tetapi juga peziarah yang ingin datang ke makam KHR As'ad.
Menurut Bupati Situbondo Karna Suswandi, Ponpes Sukorejo sudah memenuhi empat aspek untuk menjadi destinasi wisata religi yang besar.
"Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo juga sudah memenuhi empat aspek utama pariwisata, yaitu atraksi dengan adanya Sholawat Bhenning. Aksesibilitas berupa akses jalan transportasi mudah dan adanya rambu-rambu penunjuk arah. Amenitas yaitu fasilitas umum berupa area parkir serta fasilitas pendukung lainnya bagi peziarah, serta ancillary yaitu kepengurusan di pesantren," katanya saat memberikan sambutan dalam acara penandatanganan MoU Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) dan Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur (KPEU MUI Jatim).
Diketahui, infrastruktur penunjang seperti parkiran yang luas untuk peziarah juga dibangun.
Sehingga bus-bus dari peziarah tidak parkir di jalan, melainkan di tempat parkir luas yang telah disediakan. (*)
Editor : Ali Sodiqin