RadarSitubondo.id – Berwisata di Kota Tua Surabaya tidak hanya menyenangkan. Tetapi, membawa kenangan pengunjungnya flash back kepada sejarah pertempuran melawan pasukan militer Belanda pada 10 Nopember 1945.
Pengunjung bisa menikmati pemandangan bangunan-bangunan tua, yang masih terjaga keaslian arsitektur Eropanya di Kota Tua Surabaya, dengan berjalan kaki atau mengendarai mobil listrik klasik Toerwagen.
Cukup membayar Rp 20 ribu per orang melalui aplikasi, rombongan bisa memesan sebuah armada mobil listrik klasik Toerwagen dengan kapasitas sembilan orang penumpang.
Ada dua armada mobil listrik klasik Toerwagen yang mangkal di depan Jembatan Merah Plaza Surabaya.
Rute mobil listrik ini mengelilingi heritage Kota Tua seperti area penjara Kalisosok, Dr Javasche Bank, Gedung Internatio, Jembatan Merah Plaza, hingga Hotel Arcadia dan bisa mampir dan berfoto di depan pabrik limun Siropen.
Wisatawan juga bisa menyaksikan bangunan kuno Pos Bloc, melintasi jalan depan Museum Hidup Polrestabes Surabaya, Gereja Perawan Santa Maria, dan Gedung PTPN.
Bahkan wisawatan diajak lewat depan bangunan SMP, tempat sekolah Presiden Pertama RI Soekarno dulu.
Sebanyak 18 orang wisatawan asal Banyuwangi yang belum lama ini menikmati tour keliling Kota Tua Surabaya mengaku senang dan puas bisa menyaksikan kompleks bangunan kuno berarsitektur Eropa yang masih terjaga keasliannya, bahkan direvitalisasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menjadi wisata heritage.
Akhmad Touwil Firdaus, ketua rombongan Wisata Kebangsaan asal Banyuwangi mengaku bangga dan memberikan apresiasi kepada Pemkot Surabaya yang menjadikan Kota Tua sebagai wisata edukasi sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
Apalagi di Taman Sejarah tampak replika mobil Buick 8 yang dikendarai Brigadir Jendral Mallaby yang tewas dalam peristiwa pertempuran heroik 10 Nopember 1945, sehingga generasi muda bisa melihat secara visual benda-benda bersejarah itu secara langsung.
"Berwisata di Kota Tua Surabaya sangat menyenangkan, apalagi bisa keliling naik mobil listrik, jadi tidak melelahkan bagi lansia," ungkap Touwil yang mengunjungi Kota Tua Surabaya bersama belasan pengurus DHC BPK 45 Kabupaten Banyuwangi, pada 3 Agustus 2024 lalu.
Sementara itu, rute wisata Kota Tua Surabaya menawarkan beberapa paket walking tour yang dikelola agen tour & travel dan komunitas lokal, seperti Bersukaria Walk dan Surabaya Walking Tour by Rooderbrug.
Ada juga paket Jeep Tour di kawasan Kota Tua Surabaya, selain mobil listrik klasik Toerwagen.
Revitalisasi Kota Tua diilakukan Pemkot Surabaya sejak tahun 2023 dengan mempercantik beberapa bangunan bersejarah di kawasan Eropa.
Kawasan Kota Tua dibagi empat zona yang meliputi Zona Eropa, Pecinan, Arab, dan Melayu.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga, serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya Hidayat Syah berharap, adanya wisata Kota Tua bisa memacu pertumbuhan ekonomi di Kota Surabaya, sehingga terus meningkat.
"Disbudporapar Surabaya akan menggelar banyak kegiatan, sehingga kunjungan wisatawan di Kota Surabaya makin meningkat," kata Hidayat. (irw)
Editor : Ali Sodiqin