Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Berkunjung ke Desa Kemiren, Beragam Seni dan Budaya Adat Osing Banyuwangi Bisa Dinikmati di Sini

Redaksi • Sabtu, 26 Oktober 2024 | 17:05 WIB
Warga senior suku Osing bermain Gejog Lesung di Sanggar Genjah Arum Kemiren Banyuwangi
Warga senior suku Osing bermain Gejog Lesung di Sanggar Genjah Arum Kemiren Banyuwangi

RadarSitubondo.id – Banyuwangi adalah kabupaten yang terletak di ujung timur pulau Jawa, dengan destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi. Salah satu diantaranya yaitu Desa Adat Osing.

Memiliki keunikan tersendiri, berupa kawasan cagar alam budaya membuat desa ini selalu ramai oleh pengunjung. Bukan hanya masyarakat lokal, banyak wisatawan yang datang dari berbagai negara hanya untuk berwisata ke desa ini.

Selain masyarakat dengan tradisi dan kebudayaan yang masih kuat, kawasan wisata ini juga memiliki hamparan sawah yang luas dan rimbunan hutan yang ditumbuhi pohon kemiri dan pohon durian. Hal inilah yang membuat desa ini disebut dengan desa kemiren.

Berkunjung ke desa kemiren akan mendapat pengalaman berkesan, dengan berbagai tema wisata menarik yang semuanya dapat dinikmati. Tema-tema tersebut diantaranya seperti tema wisata budaya, wisata kuliner, hingga wisata edukiasi.

Tradisi khas yang dimiliki suku di Desa Adat Osing ini berbeda dengan tradisi yang dimiliki masyarakat Jawa pada umumnya. Bahkan, bahasa yang mereka gunakan untuk berinteraksi sehari-hari pun berbeda dengan masyarakat daerah lain di sekitar desa ini.

Tradisi yang masih eksis dan lestari di desa ini di antaranya tari gandrung, gedhongan, atraksi barong osing, alat musik angklung, dan masih banyak yang lainnya.

Tradisi lain yang bisa di dapat di desa ini adalah keberadaan kepala burung buraq yang terdapat pada pintu rumah setiap masyarakat di desa ini.

Kawasan wisata Desa Adat Osing menjadi salah satu pusat kuliner di Banyuwangi yang menjadi daya tarik selanjutnya.

Di sini terdapat suku asli daerah setempat bernama Suku Osing yang terkenal andal dalam mengolah berbagai bahan makanan, yang bisa di buktikan dengan banyaknya kuliner lezat yang hanya terdapat di desa ini.

Beberapa makanan khas yang dapat dinikmati pengunjung di kawasan desa ini mulai dari pecel pitik, sego cawung, ayam kesrut, uceng-uceng, ayam lembarang, sego golong, jenang abang, dan para pengunjung juga dapat menikmati nira aren.

Makanan-makanan ini tentu saja menjadi daya tarik tersendiri, terlebih bagi pengunjung yang gemar berburu kuliner.

Selain kuliner desa ini memilik tempat yang biasa di gunakan untuk melakukan pertunjukan-pertunjukan adat khusus ketika sedang ada perayaan hari-hari besar atau acara sambutan adat di desa ini yang di sebut dengan sanggar genjah arum.

Sanggar ini di kelola langsung oleh pengurus desa, setiap harinya selalu mengadakan pertunjukan yang dapat menjadi daya tarik bagi para pengunjung yang datang.

Selain itu, ketika baru saja memasuki area sanggar, para pengunjung akan merasakan suasana seolah kembali ke masa lalu Banyuwangi, dimana adat istiadatnya masih sangat kental dan terjaga.

Tak cukup sehari jika wisatawan ingin menikmati semua wisata dan kuliner yang ada di Desa Adat Osing Kemiren ini. Sudah di siapkan penginapan yang begitu asri untuk para wisatawan yang ingin melipir sejenak untuk istirahat.

Penginapan ini memiliki area yang di kelilingi dengan pepohonan lebat di sekitarnya, hal ini dapat menambah suasana pedesaan asri dan sejuk yang sangat cocok dijadikan tempat rehat untuk melepas penat dari segala kegiatan sehari-hari.

Desa yang berupa cagar budaya ini berada di Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi. Tempat ini memiliki jarak yang tidak terlalu jauh dari pusat kota Banyuwangi, yakni sekitar 9 km dengan waktu tempuh kurang lebih 15 menit menggunakan kendaraan.

Objek wisata ini memiliki lokasi yang cukup strategis yakni bersebelahan dengan salah satu gunung terkenal di Banyuwangi, gunung Ijen. Akses jalan yang di lewati terbilang cukup mudah dengan jalanan beraspal. Selain itu, sepanjang perjalan pengunjung tidak akan merasa bosan sebab akan disuguhkan dengan pemandangan pedesaan yang sejuk.

Untuk rute menuju lokasi, dapat memulai perjalan dari simpang kota banyuwangi dan menuju ke arah Jl. Hos Cokroaminoto. Setelah melewati persimpangan rel kereta api, pengunjung dapat menuju pertigaan patung barong.

Setelah melalui pertigaan tersebut, pengunjung tinggal lurus hingga bertemu gapura Desa Kemiren. Dengan melewati gapura ini, berarti sudah sampai di desa osing. Untuk menuju kawasan taman desa adat osing, pengunjung hanya perlu mengikuti petunjuk jalan yang tersedia. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#banyuwangi #kuliner #seni #Desa Adat Osing #budaya #desa kemiren #glagah #Adat