RadarSitubondo.id – Wisatawan lokal mengaku puas dan senang berkunjung di Kota Tua Surabaya.
Berkat revitalisasi yang dilakukan Pemkot Surabaya sejak tahun, 2023, kini bangunan-bangunan berarsitektur Eropa di Kompleks Kota Tua tampak bersih dan terjaga kerapihannya.
Bahkan sejumlah bangunan yang berdiri kokoh dan megah di Zona Eropa dan kawasan sekitarnya menjadi spot foto yang menarik bagi wisawatan.
Apa saja bangunan yang menarik sebagai spot foto bagi wisatawan?
- Gedung Internatio
Internationale Crediten Handel Vereeniging atau Gedung Internatio berada di sudut Jalan Heerenstraat atau Jalan Rajawali dan Willemsplein atau Taman Sejarah.
Bangunan megah bercat putih ini dibangun pada tahun 1913.
- Hotel Arcadia
Bangunan Hotel Arcadia ini sempat dikenal sebagai Hotel Ibis.
Sebelumnya merupakan bangunan perusahaan NV Geo Wehry & Co, yang bergerak di bidang perkebunan Hindia Belanda.
- Gedung Cerutu
Gedung Cerutu berdiri pada tahun 1916 sebagai kantor pabrik gula NV Maatschappij Tot Exploitasi van Het Bureau Gebroeders Knaud.
Nama Gedung Cerutu berasal dari menara yang berbentuk mirip cerutu warna merah, maron.
- Gedung Singa
Gedung ini berada di Jalan Veteran di area Kota Tua Surabaya di mana terdapat Patung Singa kembar di tangga bagian depan bangunan.
Pada masa kolonial, gedung ini bernama Algemeen Maatschappij van Levensverzekering en Lijfrente sebagai kantor perusahaan asuransi jiwa terbesar di era Hindia Belanda.
- Museum De Javasche Bank
Dikenal sebagai Museum Bank Indonesia, salah satu peninggalan Belanda yang masih berdiri kokoh, padahal dibangun pada tahun 1826.
Museum ini menyimpan koleksi mata uang lama, benda-benda bersejarah terkait perbankan, dan berbagai artefak menarik lainnya.
Museum berlokasi di Jalan Garuda No. 1 Kecamatan Krembangan, Surabaya ini menawarkan wisata edukasi gratis.
- Jembatan Merah
Jembatan Merah merupakan saksi bisu pertempuran heroik arek-arek Suroboyo melawan tentara Inggris.
Kini lokasinya menjadi ikon sejarah yang tak terlupakan karena Brigadir Jendral AWS Mallaby gugur dalam baku tembak sengit di Jembatan Merah.
Jembatan ini dibangun pada tahun 1809 untuk menghubungkan wilayah timur dan barat sungai Kalimas, yang dulunya merupakan pusat area bisnis di Surabaya.
- Kembang Jepun
Masih di kawasan Jembatan Merah, Kembang Jepun menghadirkan atmosfer pecinan yang semarak.
Dihiasi patung naga di gerbang masuk dan lampion yang dipasang berjajar di sepanjang jalan, kawasan ini memamerkan spot foto yang aduhai indahnya dan instagramable.
Menjelahi kawasan Kembang Jepun seakan-akan membawa wisatawan ke negeri Tirai Bambu, apalagi wisatawan bisa memesan kuliner khas pecinan yang lezat dan belanja suvenir unik.
- Taman Sejarah
Berada di Jalan Rajawali Kecamatan Krembangan, taman ini menjadi tempat untuk mengenang kembali peristiwa pertempuran heroik pada 10 Nopember 1945.
Di taman ini terdapat replika mobil Buick 8 yang dikendarai Brigadir Jendral AWS Mallaby, yang terdapat ornamen papan bertuliskan "Once and Forever, The Indonesia Republic".
Ada juga museum outdoor yang menggambarkan secara detil serentetan kejadian sebelum, saat, dan setelah peristiwa 10 Nopember 1945.
- Penjara Kalisosok
Penjara ini dibangun pada tahun 1808 oleh Belanda.
Di sini pernah ditahan pahlawan WR Supratman dan HOS Cokroaminoto, serta para pejuang lainnya bersama tahanan dari berbagai etnis.
Kini Penjara Kalisosok menjadi cagar budaya di Jalan Penjara Krembangan Selatan, Surabaya.
Nanang, wisatawan lokal asal Surabaya mengaku senang berkunjung ke Kota Tua.
Pengusaha swasta ini mengaku sering diminta mengantar rombongan kolega, teman atau saudara yang berkunjung ke Surabaya.
Biasanya, mereka penasaran dengan wisata Kota Tua, sehingga ingin melihat secara langsung ketika berada di Surabaya.
"Asik jalan-jalan di Kota Tua ini, pengunjung bisa berfoto di spot yang bagus-bagus. Ada juga kuliner di sekitarnya," tutur Nanang. (irw)
Editor : Ali Sodiqin