Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Inilah Ranu Pani, Desa Terakhir di Pendakian Gunung Semeru, Keindahan Alamnya Berpadu dengan Budaya

Muhammad Khoirul Rizal • Jumat, 22 November 2024 - 13:30 WIB
Desa wisata Ranu Pani. (Khoirul Rizal/RadarSitubondo.id)
Desa wisata Ranu Pani. (Khoirul Rizal/RadarSitubondo.id)

RADAR SITUBONDO - Desa Ranu Pani, sebuah kawasan yang menjadi gerbang masuk Gunung Semeru Lumajang.

Desa ini berada di ketinggian 2100 mdpl. Desa wisata Ranu Pani adalah desa terakhir pendakian gunung semeru.

Tidak heran, jika kalian berada di desa ini Setiap hari dengan mobil, jeep, dan motor, begitu banyak wisatawan lalu lalang.

Tidak hanya mereka yang ingin melakukan pendakian, akan tetapi hanya sekedar datang ke danau Ranu Pani.

Kalian yang hendak ke Ranu Pani bisa juga dari arah Malang. Mayoritas penduduknya adalah Suku Tengger atau yang dikenal dengan cerita rakyat Roro Anteng dan Joko Seger, tokoh leluhur mereka.

Dikutip dari Radar Jember, argumen mengenai asal-usul nama Tengger, mulai dari kata “tengger” yang berarti berdiri tegak sebagai simbol keluhuran budi pekerti masyarakatnya, hingga kaitannya dengan pegunungan tempat mereka tinggal.

Sebagian besar masyarakat Tengger menganut agama Hindu dan rutin mengadakan berbagai upacara adat seperti yadnya kasada, upacara pujan, dan beberapa ritual lainnya yang menarik perhatian wisatawan.

Jangan kaget apabila budaya masyarakat setempat masih begitu sangat kental.

Di sisi lain, wilayah ranupani yang masuk dalam kawasan taman nasional bromo tengger semeru membuat desa ini memiliki pemandangan alam yang sangat indah.

Beberapa tempat di sekitar Ranu Pani yang terkenal adalah danau Ranu Regulo, dan danau Ranu Kumbolo.(*)

Editor : Ali Sodiqin
#ranu pani #desa wisata #gunung semeru #lumajang