Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Sejarah Gunung Pegat di Kabupaten Lamongan, Konon yang Sudah Berkeluarga Pantang Berkunjung

Muhammad Khoirul Rizal • Sabtu, 23 November 2024 | 19:30 WIB
Puncak Gunung Pegat Lamongan. (Khoirul Rizal/RadarSitubondo.id)
Puncak Gunung Pegat Lamongan. (Khoirul Rizal/RadarSitubondo.id)

RADAR SITUBONDO - Ada mitos yang berkembang seputar Gunung Pegat di Kabupaten Lamongan.

Salah satu gunung di Jawa Timur ini mempunyai mitos yang di luar logika manusia.

Gunung yang sebenarnya tidak terlalu tinggi ini menyimpan sejumlah cerita mitos di dalamnya.

Untuk diketahui, dahulu saat era kolonial Belanda, demu melancarkan arus ekonomi pemerintah kolonial, mereka melaksanakan tahap pembangunan jalan yang menjadi titik perdagangan, yaitu Babat-Jombang.

Kemudian pemerintah kolonial juga membangun lintasan kereta api di area tersebut.

Guna membangun akses itu, pemerintah kolonial harus menghancurkan gunung kapur dengan melakukan kerja paksa.

Mereka membelah kawasan Gunung Pegat sambil menyiksa para pekerja rodi.

Para pekerja yang dendam konon mereka bersumpah buruk untuk akses yang mereka bangun.

Warga yang menjadi pelaku kerja paksa dengan perasaan sakit, emosi dan penuh keterpaksaan ini mengucapkan sumpah.

Mereka mengatakan, siapapun yang melewati gunung ini, maka tidak akan menemukan kebahagiaan, apabila sudah berkeluarga.

Sedangkan yang belum berkeluarga, niscaya tidaklah menjadi keluarga yang bahagia. Akan tetapi menjadi keluarga yang selalu dihinggapi kesulitan hidup. 

Bahkan akan mengalami perpisahan/pegat atau dalam bahasa Jawa berarti perpisahan.(*)

Editor : Ali Sodiqin
#belanda #mitos #gunung pegat #lamongan #kerja rodi #gunung #perpisahan #Pantangan