RADAR SITUBONDO - Para pengunjung menumpahkan kekecewaannya di kolom komentar postingan pengumuman penutupan pendakian Gunung Semeru.
Pendakian Gunung Semeru yang sempat dibuka beberapa hari lalu rupanya menyisakan banyak persoalan.
Wisata alam yang sudah lama tidak dikunjungi tersebut membuat sebagian kalangan kecewa.
Kekecewaan itu dilontarkan melalui serbuan komentar di salah satu postingan instagram resmi Bromo Tengger Semeru.
Baca Juga: Bukan karena Erupsi, Pendakian ke Ranu Kumbolo Gunung Semeru Kembali Ditutup, Ada Alasan Lain
Mereka kecewa dengan adanya pendamping hingga tarif mahal untuk bisa camping di Ranu Kumbolo.
"Boikot jika masih diterapkan wajib bayar pendamping (pungli)," tulis akun @yulidyna
"Tutup aja dah, pendampingnya gunanya apa? Seperti porter tidak?," timpal akun @foresta.adv
Tidak hanya itu, ada pula pengunjung yang mengeluhkan ekspansi bisnis mengenai tiket kunjungan.
Baca Juga: Tidak hanya Menikmati Pesona Ranu Kumbolo, Menteri Kehutanan Raja Juli Juga Lakukan Ini di Pinggiran Danau
"Alam itu dirawat dinikmati malah dibuat bisnis, harga sudah di mark up wajib pendamping 300k/day," tulis @mas_prazt
Dan masih banyak komentar lain yang mengeluhkan tentang sistem baru di Ranu Kumbolo yang dianggap merugikan.
Namun, untuk kalian yang ingin berkunjung harus kembali menunda karena ditutup lagi.
Pendakian menuju Ranu Kumbolo Gunung Semeru ditutup sementara selama dua minggu mulai tangga 2 Januari.(*)
Editor : Ali Sodiqin