RadarSitubondo.id – Pengunjung wisata Bahari Pasir Putih mengalami penurunan besar di momen tahun baru 2025. Penyebabnya, faktor cuaca ekstrem. Sehingga banyak wisatawan menghindari tempat wisata pantai untuk mengantisipasi bencana.
Koordinator wisata Bahari Pasir Putih, Ru’aidi mengatakan, jumlah pengunjung Pasir putih yang tercatat pada 31 Desember 2024 sebanyak seribu orang lebih. Kemudian data pengunjung pada 1 Januari 2025 itu ada empat ribu orang.
Akan tetapi, pada 31 Desember 2023 lalu jumlah pengunjung mencapai empat ribu orang lebih dan pada 1 Januari 2024 ada lima ribu orang yang datang.
“Jumlah pengunjung wisata Pasir Putih lebih banyak tahun lalu dari pada tahun ini. Selisihnya pun sangat jauh. Ada penurunan yang cukup besar,” ujarnya, Jumat (3/1).
Ru’aidi menjelaskan, bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan jumlah wisatawan menurun pada pergantian tahun 2024 kepada tahun 2025. Seperti faktor cuaca yang tidak mendukung akibat intensitas hujan.
“Kenapa turun seperti itu? karena faktor cuaca. Contoh, dulu itu hujan tidak intens saat menjelang tahun baru. Tetapi, pada momentum pergantian tahun baru saat ini terjadi hujan secara terus menerus,” jelasnya.
Dikatakan, cuaca ekstrem membuat para wisatawan berfikir kembali untuk berlibur. Apalagi yang mereka datangi adalah tempat wisata air laut. Pastinya ada rasa kekhawatiran tersendiri akan terjadi suatu bencana.
“Kondisi cuaca ini sangat berdampak terhadap kunjungan wisatawan ke Pasir Putih. Meskipun di Pasir Putih sendiri hampir tidak ombak, namun itu kekhawatiran, ia maka wajar saja,” cetusnya.
Selain itu, Ru’aidi menyebutkan, momentum tahun baru 2025 jatuh pada hari aktif bekerja. Sehingga beberapa wisatawan dari luar kota berfikir ulang untuk datang ke Pasir Putih lantaran tidak ada libur tambahan.
“Seandainya tahun baru ini Jatuh pada hari Jumat atau hari Sabtu, itu pasti pengunjung kami lebih besar. Bertepatan dengan weekend, banyak keluarga yang pergi berwisata karena waktu libur cukup panjang,” pungkasnya. (wan/pri)
Editor : Ali Sodiqin