RADAR SITUBONDO - Gunung Semeru menyimpan sejuta misteri yang belum bisa diketahui orang.
Banyak hal di Gunung Semeru yang sampai sekarang masih menjadi misteri atau tanda tanya.
Misalnya tentang naiknya gas beracun yang waktunya tidak diketahui, gas beracun ini sangat membahayakan.
Baca Juga: Bukan karena Erupsi, Pendakian ke Ranu Kumbolo Gunung Semeru Kembali Ditutup, Ada Alasan Lain
Dimana, mereka yang tidak sengaja menghirup gas beracun di Gunung Semeru bisa meregang nyawa.
Sebab, salah satu sisi dari Gunung Semeru masih terdapat gas beracun yang membahayakan.
Salah satu sisi Gunung Semeru yang membahayakan adalah kawasan Wedus Gimbal di sisi selatan gunung.
Baca Juga: Pengunjung Ranu Kumbolo Tumpahkan Kekecewaan di Komentar Unggahan Penutupan Pendakian Gunung Semeru
Di bagian ini sangat ditakuti oleh pendaki karena sangat berbahaya, gas beracunnya bisa naik sewaktu-waktu.
Karena berbahaya, saat ini kawasan tersebut dilarang dikunjungi oleh para pendaki karena dijadikan daerah terlarang.
Salah satu korban yang menjadi keganasan Gunung Semeru adalah aktivis tersohor tanah air.
Baca Juga: Awas Mendaki ke Gunung Semeru, di Bagian Ini Terdapat Gas Beracun
Ia adalah Soe Hok Gie, salah seorang tokoh aktivis Indonesia dan mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia.
Soe Hok Gie meninggal di Gunung Semeru pada tahun 1969 akibat menghirup asap beracun di gunung tersebut.
Dia meninggal bersama rekannya, Idhan Dhanvantari Lubis saat tidak sengaja menghirup gas berbahaya di Semeru.(*)