Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Daftar 10 Gunung Tertinggi di Benua Asia, Puncak Jaya Indonesia Tidak Masuk, Begini Penyebabnya

Bayu Saksono • Rabu, 12 Februari 2025 | 05:06 WIB

 

radarsitubondo.id – Seberapa tinggi gunung di Indonesia? Apakah gunung paling tinggi di Indonesia masuk 10 besar tertinggi di benua Asia?

Ternyata  jawabnya tidak masuk 10 besar. Faktanya, gunung tertinggi di Indonesia adalah Puncak Jaya (alias Carstensz Pyramid) di Papua. Ketinggiannya mencapai 4.884 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Meski begitu, Puncak Jaya Puncak Jaya tidak hanya menjadi gunung tertinggi di Indonesia, tetapi juga merupakan gunung tertinggi di kawasan Oseania (meliputi Australia dan Pasifik). Oleh karena itu, Puncak Jaya sering dimasukkan dalam daftar "Seven Summits" (tujuh puncak tertinggi di masing-masing benua).

Selain itu, Puncak Jaya menjadi satu-satunya gunung bersalju di Indonesia. Fakta lainnya, ini bukan gunung berapi. Berbeda dengan kebanyakan gunung tinggi di Indonesia yang merupakan gunung berapi, Puncak Jaya adalah bagian dari Pegunungan Sudirman yang terbentuk dari aktivitas tektonik.

Meskipun tidak masuk dalam daftar 10 gunung tertinggi di Asia, Puncak Jaya tetap menjadi gunung yang sangat penting dan ikonik di dunia pendakian. Selanjutnya, berikut daftar 10 gunung tertinggi di Asia, lengkap dengan kelebihan masing-masing:

  1. Mount Everest (8.848 meter) – Nepal/Tibet

Kelebihan: Gunung Tertinggi di Dunia. Everest adalah puncak tertinggi di dunia, menjadikannya tujuan utama para pendaki dari seluruh dunia. Pemandangan yang luar biasa dari puncak, dengan salju abadi dan panorama Himalaya yang memukau. Kehadiran sejarah dan budaya menjadi simbol dalam cerita tentang ketahanan manusia dalam menjelajahi alam.

  1. K2 (Mount Godwin-Austen) (8.611 meter) – Pakistan/China

Kelebihan: Dikenal sebagai gunung dengan tingkat kesulitan pendakian yang sangat tinggi, dengan risiko cuaca ekstrem dan medan terjal. Pemandangan yang sangat dramatis, sering disebut "gunung paling elegan" karena bentuknya yang ramping.

  1. Kangchenjunga (8.586 meter) – Nepal/India

Kelebihan: Gunung ini merupakan puncak tertinggi di India dan salah satu dari 14 gunung tertinggi di dunia. Kawasan sekitar Kangchenjunga menjadi rumah bagi berbagai flora dan fauna langka, termasuk beruang hitam Himalaya.

  1. Lhotse (8.516 meter) – Nepal/Tibet

Kelebihan: Lokasi Gunung Lhotse terletak dekat dengan Everest, menawarkan pandangan spektakuler dari sisi lainnya. Meskipun sangat tinggi, Lhotse dikenal lebih mudah didaki daripada Gunung Everest.

  1. Makalu (8.485 meter) – Nepal/Tibet

Kelebihan: Dikenal sebagai salah satu gunung paling menantang untuk didaki, dengan medan yang tajam dan terjal. Pemandangan luar biasa dan jarang dijamah oleh wisatawan, menjadikannya destinasi yang eksklusif.

  1. Cho Oyu (8.188 meter) – Nepal/Tibet

Kelebihan: Gunung Cho Oyu adalah salah satu dari 8.000 meter yang lebih mudah didaki. Ini membuatnya populer di kalangan pendaki yang ingin mencapai ketinggian ekstrem dengan risiko yang relatif lebih rendah. Gunung ini menawarkan pemandangan spektakuler dari Himalaya.

  1. Dhaulagiri (8.167 meter) – Nepal

Kelebihan: Dengan jalur pendakian yang jauh lebih jarang dilalui, Gunung Dhaulagiri menawarkan tantangan besar bagi pendaki yang berpengalaman. Kawasan ini menyuguhkan pemandangan salju dan puncak-puncak Himalaya yang luar biasa.

  1. Manaslu (8.163 meter) – Nepal

Kelebihan: Terkenal dengan jalur pendakian yang menantang dan keindahan alamnya, Gunung Manaslu menjadi pilihan populer bagi pendaki yang mencari kesendirian. Di sekitar gunung ini terdapat desa-desa yang masih mempertahankan budaya khas Nepal.

  1. Nanga Parbat (8.126 meter) – Pakistan

Kelebihan: Dengan pemandangan indah yang dramatis, Gunung Nanga Parbat menjadi tempat yang menakjubkan untuk para fotografer dan pendaki. Nanga Parbat terkenal dengan tingkat kesulitan pendakian yang tinggi dan sejarah tragedi pendakian.

  1. Annapurna I (8.091 meter) – Nepal

Kelebihan: Gunung Annapurna I memiliki tingkat fatalitas pendakian yang tinggi. Namun gunung ini menawarkan pengalaman alam yang tak tertandingi. Gunung ini memiliki pemandangan menakjubkan yang menjadi daya tarik utama bagi pendaki dan wisatawan.

Sementara itu, fakta ini menunjukkan tidak ada gunung di Indonesia yang masuk dalam daftar 10 gunung tertinggi di Asia. Penyebabnya, karena gunung-gunung di Indonesia memiliki ketinggian yang lebih rendah, terutama kawasan pegunungan di Himalaya dan wilayah sekitarnya.

Di Indonesia, meskipun ada beberapa puncak yang cukup tinggi, sebagian besar wilayahnya adalah dataran rendah dan bukit-bukit yang lebih pendek dibandingkan dengan puncak-puncak yang ada di Asia bagian utara dan tengah.

Gunung-gunung di Indonesia lebih banyak berfokus pada aktivitas geotermal dan vulkanisme yang memberi dampak besar terhadap ekosistem dan masyarakat, tapi tidak menghasilkan gunung dengan ketinggian yang luar biasa.

Selain itu, gunung-gunung berapi di Indonesia tetap sangat penting dan menarik baik dari segi geologi maupun keanekaragaman hayati. Beberapa di antaranya menjadi destinasi pendakian yang sangat populer . Sebut saja seperti Gunung Rinjani, Gunung Merapi, Gunung Bromo, dan Kawah Gunung Ijen di Banyuwangi. (*)

 

Ilustrasi puncak gunung tertinggi di benua Asia.
Ilustrasi puncak gunung tertinggi di benua Asia.

Editor : Bayu Saksono
#Kawah #nepal #ijen #merapi #bromo #tertinggi #puncak jaya #rinjani #indonesia #pakistan #papua #india #asia #gunung #k2 #everest