radarsitubondo.id – Awal bulan Puasa 2025 ini tempat wisata alam di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, masih relatif sepi.
Sebaliknya, wisata berbasis religi semakin ramai dipadati jamaah dan pengunjung dari luar daerah.
Salah satunya adalah Masjid Namira yang memiliki kiswah (kain penutup Kakbah) yang terpasang pada dinding bagian depan masjid.
Sementara itu, wisata alam di Kabupaten Lamongan belum ada peningkatan jumlah pengunjung yang signifikan.
Meskipun banyak warga libur, tetapi mereka memilih untuk fokusmenjalankan hari awal-awal ibadah puasa.
Salah satu lokasi wisata yang sepi pengunjung adalah Gunung Pegat.
Gunung ini termasuk salah satu lokasi yang dikenal punya mitos di luar logika manusia.
Sekadar diketahui, sejarah gunung yang tak terlalu tinggi ini merupakan lokasi penting era penjajahan Belanda. Penguasa colonial pada zaman itu melaksanakan pembangunan ruas jalan penting dari daerah Babat di Lamongan menuju Jombang.
Pemerintah kolonial Belanda juga membangun lintasan kereta api di area gunung berkapur itu.
Belanda pun memberlakukan kerja rodi untuk membelah kawasan Gunung Pegat. Tak pelak, banyak rakyat disiksa sebagai pekerja rodi di sana.
Konon, rakyat yang dipaksa bekerja itu dendam dengan perasaan sakit, emosi, dan penuh keterpaksaan mengucapkan sumpah serapah buruk.
Dalam sumpahnya, para pekerja itu mengatakan, siapa pun yang melewati gunung ini, maka tidak akan menemukan kebahagiaan, apabila sudah berkeluarga.
Bahkan akan mengalami pegat yang dalam bahasa Jawa berarti perpisahan. Sehingga tempat itu punpopuler dengan sebutan Gunung Pegat (*)
Editor : Bayu Saksono