radarsitubondo.id– Perjalanan dari Surabaya menuju salah satu destinasi wisata alam favorit di ujung timur Pulau Jawa, Air Terjun Kembar atau Air Terjun Jagir Banyuwangi, kini terasa jauh lebih singkat dan nyaman.
Hal ini berkat beroperasinya jalan Tol Probowangi yang menghubungkan Probolinggo dan Banyuwangi seksi terbaru, yang memangkas waktu tempuh secara signifikan.
Sebelumnya, wisatawan dari Surabaya membutuhkan waktu sekitar 7 jam hingga 8 jam untuk mencapai Desa Kampunganyar, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, tempat di mana Air Terjun Kembar Jagir berada.
Kini, dengan tersambungnya jalur tol hingga kawasan Banyuwangi bagian barat, waktu perjalanan hanya berkisar antara 5 jam hingga 6 jam saja, tergantung kepadatan lalu lintas.
Tol Probowangi tak hanya memangkas waktu, tetapi juga menyuguhkan pemandangan khas tapal kuda Jatim yang memesona, membuat perjalanan panjang terasa lebih menyenangkan.
Salah satu pengelola travel di Banyuwangi menyebutkan, kehadiran tol Probowangi ini menjadi angin segar bagi sektor pariwisata lokal di masa mendatang.
Bahkan, bila tol Probowangi sudah bisa selesai menjangkau hingga kota Banyuwangi, maka dari Surabaya dengan kecepatan rata-rata 100 Km per jam akan sampai Banyuwangi hanya dalam waktu sekitar 3 jam.
Air Terjun Jagir adalah salah satu ikon wisata alam di Banyuwangi, dengan akses yang lebih cepat dan nyaman, para pelaku wisata optimistis jumlah kunjungan akan meningkat drastis, terutama dari wisatawan asal Surabaya dan sekitarnya.
Nuansa segar kawasan Jagir di Desa Kampunganyar ini menciptakan suasana alami yang menenangkan dengan tebing-tebing bermotif unik.
Banyak pengunjung menyebut lokasi ini sebagai “surga kecil tersembunyi” di lereng Gunung Ijen.
Salah satu wisatawan, Triana (55) mengaku perjalanan kali ini sangat berbeda dibanding kunjungannya dua tahun lalu sebelum 2025.
“Sekarang jalanannya mulus, lebih cepat, dan saya masih punya energi saat sampai di sini. Dulu capeknya luar biasa,” katanya sambil tersenyum.
Dengan meningkatnya aksesibilitas ini, Banyuwangi bukan hanya menjadi destinasi akhir pekan yang realistis bagi warga Surabaya, tetapi juga menjanjikan geliat ekonomi baru bagi warga lokal yang mengandalkan sektor pariwisata.
Pemerintah daerah dan pelaku usaha pariwisata diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara promosi dan pelestarian alam, agar pesona Air Terjun Jagir tetap lestari di tengah derasnya arus wisatawan. (*)
Editor : Bayu Saksono