radarsitubondo.id - Perjalanan darat dari Surabaya ke Pantai Sanur, Bali, yang selama ini identik dengan kemacetan dan waktu tempuh panjang, akan segera berubah drastis.
Dengan rencana rampungnya jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) pada akhir tahun ini, diperkirakan wisatawan dari Jawa Timur bisa mencapai Pantai Tanah Lot hanya dalam waktu sekitar 7 jam saja!
Sebelumnya, perjalanan dari Surabaya menuju Pantai Sanur melalui jalur darat bisa memakan waktu 10 hingga 14 jam hari ini, tergantung kondisi lalu lintas dan penyeberangan di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk.
Menurut perhitungan tim transportasi darat Kementerian PUPR, jarak dari Surabaya menuju Pelabuhan Ketapang (melalui jaringan tol penuh termasuk Probowangi) akan ditempuh dalam waktu kurang dari 4,5 jam dengan kecepatan rata-rata 100 km/jam.
Setelah menyeberang ke Gilimanuk selama kurang lebih 1 jam (termasuk antrean), pengemudi bisa melanjutkan perjalanan ke Tanah Lot dalam 1,5 jam melalui jalan utama Bali Barat.
"Kalau tol Probowangi rampung sesuai target, liburan ke Bali lewat darat bisa jadi alternatif yang menyenangkan dan efisien. Tidak cuma lebih cepat, tapi juga lebih nyaman," ujar Randi HS, mahasiswa Telkom University Surabaya.
Selain memangkas waktu, kehadiran tol ini diperkirakan akan mengurangi beban kendaraan berat di jalur pantura timur dan meningkatkan konektivitas wisata Jawa-Bali.
Banyak pelaku usaha travel di Surabaya sudah mulai menyiapkan paket wisata darat ke Bali dengan rute baru ini.
"Bayangkan, pagi sarapan di Surabaya, sore sudah bisa menikmati sunset di Tanah Lot," ujarnya.
Tol Probowangi sendiri dirancang sepanjang 175 km dan akan menghubungkan Probolinggo hingga ujung timur Pulau Jawa di Banyuwangi.
Setelah tersambung dengan jalur Tol Trans Jawa, rute ini akan menjadi tulang punggung konektivitas lintas pulau antara Jawa dan Bali, khususnya bagi kendaraan pribadi dan logistik.
Dengan asumsi tidak ada kendala besar dalam tahap konstruksi akhir, perjalanan darat Surabaya–Tanah Lot dalam waktu 7 jam bisa menjadi standar baru mulai awal 2026. (*)
Editor : Bayu Saksono