radarsitubondo.id - Lokasinya yang dekat dengan trase proyek jalan tol Probolinggo – Banyuwangi (Tol Probowangi), kontur tanah di kawasan wisata baru Resort Watunumpuk di Banyuputih Situbondo, tidak datar seperti kebanyakan savana lainnya.
Bongkahan batu besar dan kecil tersebar acak, menciptakan jalur alami yang memaksa pengunjung berjalan perlahan dan penuh perhatian.
Karakteristik ini justru memperkaya pengalaman eksplorasi, seolah mengajak siapa pun yang datang untuk lebih menyatu dengan alam.
Pohon-pohon akasia menjadi elemen dominan di lanskap di Situbondo hari ini, meskipun sesekali ada pohon buah bidara hutan juga ada di sana.
Batangnya ramping dengan duri-duri kecil, sementara cabangnya menjulur tak beraturan.
Dalam cahaya senja, pohon-pohon ini menciptakan siluet eksotis yang sangat fotogenik.
Banyak fotografer alam liar mengincar momen-momen magis di Watunumpuk, terutama saat kabut tipis turun selepas subuh.
Meski kering dan terkesan gersang, savana Watunumpuk justru menyimpan keunikan ekologis yang tak tergantikan.
Zona ini menjadi penyangga penting bagi keseimbangan ekosistem Baluran, sekaligus surga bagi pecinta alam dan petualang yang mencari pengalaman otentik di tengah alam liar.
Bagi yang ingin menyaksikan sisi lain dari Taman Nasional Baluran, Watunumpuk adalah jawabannya—sebuah lukisan alam kering yang tetap hidup, liar, dan luar biasa. (*)
Editor : Bayu Saksono