radarsitubondo.id - Bayangkan menikmati hamparan savana liar layaknya Afrika, hanya dalam waktu tiga jam perjalanan dari Surabaya.
Hal ini terjadi, bila pembangunan Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi (Probowangi) tuntas beberapa tahun lagi.
Taman Nasional Baluran yang dijuluki “Africa van Java,” menjadi magnet wisata alam Situbondo yang memikat ribuan wisatawan setiap tahun.
Namun selama ini, perjalanan darat dari Surabaya ke Savana Bekol—ikon utama Baluran—masih membutuhkan waktu sekitar 5 jam hingga 6 jam.
Jalan nasional yang sempit, lalu lintas padat, serta kondisi geografis menjadi tantangan utama.
Namun semuanya akan berubah dalam waktu beberapa tahun ke depan.
Baca Juga: Bukan Main, Banyuwangi Segera Punya Rest Area Keren, Dibangun di Ruas Jalan Tol Probowangi
Dengan rampungnya proyek tol Probowangi yang saat ini masih dalam tahap konstruksi, estimasi waktu tempuh dipangkas drastis hingga tinggal 3 jam saja dengan rate speed 100 Km/jam.
Tak hanya mempercepat akses ke Banyuwangi dan kawasan timur Jawa menuju Bali, tol ini membuka potensi wisata kilat dari kota-kota besar, termasuk Surabaya.
Warga Kota Pahlawan bisa berangkat pagi, piknik di Savana Bekol, sore hari sudah bisa pulang lagi ke Surabaya.
Masyarakat pun menyambut dengan antusias rencana keberadaan jala n tol sepanjang 175 Kilometer tersebut.
Randi HS, mahasiswa yang ngekos di kawasan Kutisari, Surabaya ini mengaku sudah tak sabar.
Menurutnya, untuk ke Baluran biasanya harus menginap dan menguras energy untuk perjalanan.
Tapi kalau nanti cuma 3 jam melalui jalan tol Probowangi, bisa jadi alternatif wisata akhir pekan yang anti-mainstream untuk anak-anak muda Surabaya.
Sementara itu, Savana Bekol terkenal dengan pemandangan padang rumput luas berlatar Gunung Baluran, lengkap dengan kerbau liar, rusa, dan merak yang berkeliaran bebas.
Kombinasi ini membuatnya sering disebut sebagai "Serengeti-nya Indonesia" di Situbondo hari ini.
Jika tak ada aral melintang, tol Probowangi diperkirakan selesai sepenuhnya pada 2027.
Hingga saat itu tiba, Surabaya hanya bisa menanti, menghitung hari menuju surga savana dalam genggaman waktu tiga jam. (*)
Editor : Bayu Saksono