radarsitubondo.id - Melintasi ruas jalan tol Probolinggo – Banyuwangi (Probowangi) seksi Kraksaan ke Paiton akan disuguhi pemandangan sawah dan gunung, view khas agraris tropis Indonesia.
Selain Tol Probowangi tersebut, rupanya pemandangan sawah-gunung semacam itu juga banyak ditemui di ruas jalan tol Padang – Sicincin di Sumatera Barat.
Jalan Tol Padang – Sicincin ini menawarkan sesuatu yang jauh lebih dari sekadar akses cepat antarwilayah, sarana jalan tol ini ia menyajikan perjalanan bak melintasi lukisan klasik anak-anak Sekolah Dasar (SD).
Dibangun melintasi tetenger alam yang indah, tol sepanjang kurang lebih 36 kilometer ini seolah menjadi benang emas yang menari di antara petak-petak sawah hijau nan membentang luas.
Dari jendela kendaraan, pemandangan hamparan padi yang menguning maupun bibit hijau yang baru ditanam, semua menyerupai permadani alam yang disulam rapi oleh petani.
Pada pagi hari, ketika kabut masih menggantung rendah dan matahari perlahan menyibak langit, pemandangan ini tampak nyaris tak riil.
Banyak pengguna jalan menyamakan keindahan itu dengan lukisan anak-anak SD tempo dulu: sawah hijau, gunung biru berkerucut, rumah gadang kecil, dan matahari tersenyum di pojok, serta sesekali gambar burung bangau kecil-kecil.
Ini bukan sekadar jalan tol, tetapi seolah pemandangan itu menjadi galeri alam terbuka yang menyajikan lukisan realis tanpa batas.
Pembangunan tol ini merupakan bagian dari proyek strategis nasional Jalan Tol Trans Sumatera.
Ruas Padang – Sicincin tentu saja akan dimanfaatkan masyarakat dan memberikan harapan besar bagi kemajuan ekonomi wilayah. (*)
Editor : Bayu Saksono