radarsitubondo.id - Dengan tuntasnya proyek Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi (Probowangi) dalam waktu beberapa tahun ke depan, impian warga Kota Pahlawan Surabaya untuk menikmati piknik santai di bawah rindangnya pohon cemara di tepi pantai Banyuwangi bukan lagi mimpi.
Dalam waktu beberapa tahun lagi, warga Kota Surabaya tak perlu lagi bermimpi jauh untuk menikmati suasana pantai yang tenang, berpasir sejuk, dan dinaungi pepohonan cemara yang rindang.
Ketika pekerjaan raksana pembangunan ruas Jalan Tol Probowangi rampung nanti, kawasan eksotis Pantai Cemara di Banyuwangi akan bisa diakses hanya dalam waktu tempuh sekitar empat jam dari ibukota Provinsi Jawa Timur itu.
Pesisir pantairejo yang sudah beberapa tahun berganti nama menjadi Pantai Cemara itu, posisinya memang tak jauh dari pusat kota Banyuwangi, dan dikenal dengan suasananya yang teduh dan unik.
Bukan hanya pasir hitam abu-abu halus yang menyambut langkah kaki pengunjung, tapi juga ratusan batang pohon cemara udang yang menjulang seperti kanopi alami di tepi pantai berhamparan pasir yang luas.
Suasana itu menjadikan pesisir di Bumi Blambangan itu terasa sejuk meski pengunjung dating di siang hari pada musim panas atau kemarau sekalipun.
Bagi warga Surabaya, jarak tempuh menuju Banyuwangi selama ini bisa memakan waktu 7 jam hingga 8 jam via jalur darat Pantai Utara Jawa (Pantura) maupun lewat jalur selatan via Gunung Gumitir Jember.
Namun, dengan segera selesainya jalan Tol Probowangi yang tengah dibangun di Besuki wilayah Kabupaten Situbondo hari ini, maka waktu tempuh perjalanan dipangkas nyaris setengahnya saja.
Bayangkan, dari kota yang hiruk-pikuk metropolitan seperti Surabaya, tiba-tiba Anda sudah duduk di bawah pohon cemara, dengerin suara ombak, sambal makan rujak soto khas masakah Suku Osing Banyuwangi.
‘Semua itu bisa dicapai hanya dalam empat jam perjalanan dari rumah,’ ujar R Hasan, mahasiswa yang kos di kawasan Kutisari Utara Surabaya.
Pantai Cemara bukan hanya tempat bersantai, tapi juga lokasi konservasi penyu dan kawasan edukatif untuk anak-anak yang dirawat oleh kelompok sadar wisata setempat.
Dengan akses yang lebih cepat dan nyaman melalui jalan Tol Probowangi, destinasi ini diprediksi akan menjadi pilihan utama wisata keluarga dari kota-kota besar di Jawa.
Warga Surabaya sendiri mengaku antusias dengan proyek tol Probowangi dan bukan hanya mengincar liburan ke Bali, tetapi juga mereka sudah memasukkan Banyuwangi dalam daftar utama kunjungan sata liburan tiba.
‘Banyuwangi itu punya semuanya: laut, gunung, budaya. Tapi dulu aksesnya bikin mikir dua kali. Kalau nanti cuma empat jam naik mobil lewat tol, pasti bakal sering ke sana,” ujar Subekhi, seorang karyawan di Surabaya. (*)
Editor : Bayu Saksono