Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Dulu Namanya Pantai Rejo, Kini Populer Pantai Cemara Lokasi Konservasi Penyu yang Mudah Dijangkau Tol Probowangi

Bayu Saksono • Sabtu, 14 Juni 2025 | 20:09 WIB
Kalangan akademisi dari perguruan tinggi negeri ternama di Surabaya melakukan kegiatan edukasi konservasi di pantai cemara Banyuwangi.
Kalangan akademisi dari perguruan tinggi negeri ternama di Surabaya melakukan kegiatan edukasi konservasi di pantai cemara Banyuwangi.

radarsitubondo.id - Pantai Rejo dulu hanya dikenal oleh warga setempat, kini sudah berubah menjadi Pantai Cemara Banyuwangi yang tumbuh menjadi simbol sinergi antara alam, budaya, dan iptek.

Perubahan nama atau brand dari Pantai Rejo menjadi Pantai Cemara, dari sekadar pantai menjadi tapak yang jarang dijamah menjadi kisah Pantai Cemara yang mengusung bukti bahwa nama bukan sekadar label.

Tetapi melihat kjauh ke belakang, ternyata tak banyak yang tahu bahwa pantai ini dahulu bernama Pantai Rejo.

Transformasi nama dari Pantai Rejo menjadi Pantai Cemara menyimpan cerita unik yang tak lepas dari ekspedisi jurnalistik ‘Jelajah Pantai Timur Jawa’ yang dilakukan oleh tim Jawa Pos Radar Banyuwangi.

Baca Juga: Kapan Tol Probowangi Selesai, Good Bye Rawan Laka dan Kemacetan Jalan Nasional di Hutan Baluran

Ekspedisi ini berlangsung selama satu minggu, dari 11 Agustus 2015 hingga 17 Agustus 2015, dan menelusuri garis pantai timur Jawa sejauh 175 Kilometer.

Dalam hasil ekspedisi tersebut, yang kemudian diterbitkan dalam buku bilingual Jelajah Pantai Timur Jawa berbahasa Indonesia dan Inggris, penulis Bayu Saksono memainkan peran tak terduga.

Saat mendokumentasikan keindahan Pantai Rejo, Bayu secara sadar mengubah namanya menjadi Pantai Cemara Udang.

Nama tersebut terinspirasi dari vegetasi khas cemara udang (Casuarina equisetifolia) yang tumbuh rindang di sepanjang garis pantai, menciptakan lanskap yang teduh dan eksotis di pesisir yang berhadapan langsung dengan Selat Bali.

Perubahan nama pantai ini kemudian semakin merambat.

Baca Juga: Cukup 4 Jam Saja, Warga Surabaya Bisa Bersantai sambil Ngadem Sepuasnya di Pantai Cemara Banyuwangi

Pemerintah setempat, bersama masyarakat pesisir, lambat laun mulai menggunakan sebutan “Pantai Cemara” secara resmi dan informal.

Hingga kini, nama tersebut tidak hanya menjadi identitas baru, tetapi juga simbol transformasi kawasan pesisir yang menggabungkan konservasi, edukasi, dan potensi wisata.

Lebih dari sekadar perubahan nama, Pantai Cemara menjelma menjadi laboratorium alam yang diminati banyak kalangan, termasuk peneliti dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi.

Pantai ini dikenal sebagai habitat penting bagi penyu abu-abu (olive ridley sea turtle), salah satu spesies penyu yang dilindungi secara global.

Berbagai kegiatan edukasi dan konservasi kerap digelar, menjadikan pantai ini pusat pembelajaran lingkungan hidup bagi generasi muda.

Akses menuju Pantai Cemara saat ini masih menantang, terutama dari kota-kota besar di Jawa.

Namun, harapan terbuka lebar seiring dengan proyek infrastruktur strategis nasional, yaitu jalan tol Probolinggo–Banyuwangi (Probowangi) yang sedang berlangsung di Situbondo hari ini.

Jika Tol Probowangi ini berhasil menembus hingga Pelabuhan Ketapang, maka mobilitas menuju pantai ini dari Surabaya dan kota besar lainnya akan semakin mudah, memperbesar peluang pengembangan ekowisata di kawasan timur Banyuwangi.(*)

 

Editor : Bayu Saksono
#banyuwangi #Pantai Cemara #jalan tol probolinggo-banyuwangi #situbondo hari ini #strategis nasional #Tol Probowangi #pelabuhan ketapang #konservasi penyu