Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Sosok Abah Sulaiman Sulap Lahan Kumuh Jadi Wisata Hits Beach Forest, Nama Situbondo Makin Mendunia!

Moh Humaidi Hidayatullah • Selasa, 14 April 2026 | 20:55 WIB
Mohammad Sulaiman, S.H bersama keluarga. (Mohammad Sulaiman untuk JPRS)
Mohammad Sulaiman, S.H bersama keluarga. (Mohammad Sulaiman untuk JPRS)

RADARSITUBONDO.ID - Mohammad Sulaiman, S.H berhasil mengelola lahan milik negara yang tidak terawat menjadi wisata Beach Forest. Kini wisata pantai dan hutan tersebut digandrungi banyak pengunjung lokal dan wisatawan luar Kabupaten Situbondo.

Pria yang akrab disapa Abah Sulaiman itu mengatakan, dirinya berambisi ingin menghidupkan wisata di Kota Santri sejak dirinya berada di bangku kuliah. Mengingat Situbondo memiliki jalur pantai terbentang 150 meter dari barat ke timur.

“Saya memiliki inisitif untuk membangun Situbondo dari bibir pantai sejak duduk di bangku kuliah,” ujar Abah Sulaiman, pada Jawa Pos Radar Situbondo, Selasa (14/4).

Alumni Pondok Pesantren Sukorejo itu mengaku, awal mula pembuatan wisata Beach Forest diawali diskusi bersama perhutani. Selanjutnya mendapat penawaran tempat di selatan pantai, tepat di utara jalan pantura, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit.

“Dulu adalah tempat yang kumuh, banyak hewan liar, lokasi rimbun hingga sering dibuat tempat pacaran. Dulu sangat negatif dan saat kami kelola bisa mengubahnya menjadi wisata Beach Forest. Sekarang sudah ada larangan keras malanggar norma agama dan norma hukum,” tegas Abah Sulaiman.

Beach Forest diresemikan tahun 2021. Umurnya masih lima tahun. Namun keberadan wisata pantai dengan kombinasi pasir putih, dan area rindang itu berhasil menempati juara ketiga se-Kabupaten Situbondo.  Baru lima tahun bisa jadi juara tiga dari Pasir Putih  dan Utama Raya. Penilaian itu versi tahun baru 2025.

“Kalau versi KKPH Perhutani Bondowoso-Situbondo, Beach Forest Juara 1 dari 24 wisata yang ada. Prediksi kami 50 tahun ke depan potensi masih sangat bisa digali. Saat ini hanya dikelola 20 persen dari potensi alam yang ada di area Beach Forest,” tutur Abah Sulaiman.

Mohammad Sulaiman, S.H berhasil mengelola lahan milik negara yang tidak terawat menjadi wisata Beach Forest. Kini wisata pantai dan hutan tersebut digandrungi banyak pengunjung lokal dan wisatawan luar Kabupaten Situbondo. (Abah Sulaiman untuk JPRS)
Mohammad Sulaiman, S.H berhasil mengelola lahan milik negara yang tidak terawat menjadi wisata Beach Forest. Kini wisata pantai dan hutan tersebut digandrungi banyak pengunjung lokal dan wisatawan luar Kabupaten Situbondo. (Abah Sulaiman untuk JPRS)

Dia menerangkan, masih banyak orang di luar kota maupun di ibu kota yang semakin sulit untuk mendapatkan akses murah untuk menggunakan laut. Seolah-olah laut hanya digunakan untuk menjadi perusahaan indusri yang hanya dinikmati segelintir orang. Sehingga perlu ada pegiat wisata yang menciptakan lingkungan yang tidak hanya murni untuk industri namun juga dilestarikan untuk hiburan, mitigasi dan semacamnya.

“Yang paling penting, begitu tempat wisata sudah bisa dinikmati, sudah ada hiburan, aktivitas, tentu butuh UMKM,” Katanya.

Karyawan tetap di Beach Forest seperti tim pemain sepak bola yaitu sebelas orang. Karyawan juga harus memiliki kesadaran wisata. Untuk sadar wisata bukan hal yang mudah. Butuh belajar, disiplin dalam menjalankan petunjuk yang sudah ditentukan oleh wisata.

“Kami dilatih langusng oleh Dinas Pariwisata, saya sendiri juga beberapa kali ikut pelatihan pariwisata yang dilakukan dinas Profensi Jatim. Tapi pelatihan itu hanya berfungsi 20 persen selebihnya adalah kreativitas diri sendiri,” imbuhnya.

Kekhasan Beach Forest yang dikenal banyak orang adalah tempat camping. Yang sering camping di Beach Forest 60 persen dari luar Kabupaten, seperti Bondowoso, Jember, juga ada dari Sidoarjo, Malang.  Pengunjung yang bermalam di Beach Forest datang silih berganti setiap pekan.

“Setiap hari libur pasti ada yang sewa tenda untuk bermalam di Beach Forest.  Yang datang dari Malang, Sidoarjo. Kalau pengunjung dari Bondowoso, pasti ada setiap hari,” kata Abah Sulaiman, sambil menyeruput minuman di pinggir pantai Beach Forest.

Disebutkan, Beach Forest sudah terkenal menjadi satu-satunya tempat camping di Kabupaten Situbondo versi wisata pantai. Itu bisa dibuktikan dengan pencarian di goggle. Begitu ditanya tempat camping ternyaman, pasti ditujukkan ke Beach Forest.

“Bagi yang lebih melek teknologi tinggal tanya ke Google saja, Camping ternyaman di Situbondo. Secara otomatis google pasti nunjuki Beach Forest di bariasan paling atas. Bisa dibuktikan,” tutur Abah Sulaiman.

Selain itu, pengunjung juga ada yang berkunjung ke Beach Forest setelah mendapat arahan dari pedagang di pinggir jalan. Terutama warga Desa Klatakan, Kecamatan Kendit.

“Saya sangat berterimakasih juga pada warga yang sudah ngarahkan pengunjung ke Beach Forest. Ceritanya ada pembeli dari Jakarta tanya tempat wisata di Situbondo, ternyata ditujukkan ke sini (Beach Forest),” tutup Abah Sulaiman. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
#situbondo #wisata #Beach Forest