Radarsitubondo.id - Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, memiliki julukan yang cukup unik dan membuat banyak wisatawan penasaran, yakni “Africa van Java”. Namun, julukan tersebut sebenarnya lebih erat kaitannya dengan keberadaan Taman Nasional Baluran yang berada di Kecamatan Banyuputih, Situbondo.
Taman Nasional Baluran memiliki bentang alam yang berbeda dari kebanyakan wilayah di Pulau Jawa. Hamparan savana terbuka yang luas berpadu dengan pepohonan, kawasan hutan, pantai, serta berbagai satwa liar membuat panorama Baluran sekilas mengingatkan pada lanskap Afrika.
Savana Bekol Jadi Ikon Africa van Java
Salah satu lokasi yang paling kuat menggambarkan julukan tersebut adalah Savana Bekol. Saat musim kemarau, rerumputan di kawasan savana dapat berubah menjadi kecokelatan dan menciptakan panorama yang tampak eksotis. Pemandangan tersebut semakin menarik karena sejumlah satwa liar dapat dijumpai di habitat alaminya.
Baca Juga: Viral dan Bikin Takjub! Taman Nasional Baluran Jadi Destinasi Wisata Situbondo yang Wajib Dikunjungi
Baluran menjadi habitat berbagai satwa, termasuk banteng Jawa, rusa, kerbau liar, merak, dan sejumlah jenis burung. Keberadaan satwa liar yang bergerak bebas di kawasan savana menjadi salah satu daya tarik utama Baluran.
Bukan Sekadar Savana
Julukan Africa van Java bukan berarti seluruh Kabupaten Situbondo memiliki kondisi geografis seperti Afrika. Istilah tersebut terutama menggambarkan karakter lanskap Taman Nasional Baluran yang berada di wilayah Situbondo.
Menariknya, Baluran tidak hanya memiliki savana. Kawasan konservasi ini juga mempunyai hutan dataran rendah, mangrove, ekosistem laut, hingga kawasan pantai. Kombinasi berbagai ekosistem tersebut membuat Baluran memiliki keunikan tersendiri.
Punya Gunung hingga Pantai dalam Satu Kawasan
Keunikan lainnya adalah keberadaan Gunung Baluran yang berada di kawasan taman nasional. Dari kawasan wisata, pengunjung dapat menikmati perpaduan panorama gunung, savana, hutan, dan pesisir.
Salah satu destinasi yang juga terkenal di dalam kawasan Baluran adalah Pantai Bama. Perpaduan antara savana dan pantai inilah yang membuat pengalaman berwisata di Baluran terasa berbeda dari destinasi alam lainnya di Jawa Timur.
Baca Juga: Iran Mulai Pulihkan Fasilitas South Pars, 40 Persen Kapasitas Produksi Kembali
Mengapa Julukan Ini Begitu Melekat?
Secara sederhana, julukan Africa van Java muncul karena pemandangan Baluran memiliki kemiripan dengan gambaran lanskap savana Afrika: padang rumput terbuka, pepohonan yang tersebar, cuaca yang cenderung terik, serta keberadaan satwa liar.
Pemerintah melalui laman resmi Taman Nasional Baluran sendiri menggunakan julukan “Africa van Java” untuk menggambarkan keunikan kawasan konservasi tersebut.
Karena itu, ketika orang menyebut Situbondo sebagai Africa van Java, yang dimaksud bukanlah seluruh wilayah kabupaten, melainkan terutama pesona alam Taman Nasional Baluran yang menjadi salah satu ikon wisata Situbondo.
Baca Juga: Jangan Asal Percaya! Ramalan Zodiak Hari Ini 28 Agustus, Bongkar Pengkhianatan dari Orang Terdekat
Jadi, Benarkah Ada “Afrika” di Situbondo?
Jawabannya tentu bukan Afrika sebenarnya. Namun, jika ingin merasakan suasana savana dengan bentang alam yang sekilas mengingatkan pada Afrika tanpa harus meninggalkan Pulau Jawa, Taman Nasional Baluran di Situbondo menawarkan pengalaman tersebut.
Keunikan savana, keberadaan satwa liar, panorama Gunung Baluran, hingga kawasan pesisir membuat Baluran menjadi salah satu destinasi wisata alam yang paling dikenal dari Situbondo.
Tak heran jika julukan “Africa van Java” terus melekat dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin melihat sisi lain Kabupaten Situbondo.(*)
Editor : Titin Wulandari