Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Petani di Situbondo Bisa Tebus Sekaligus Pupuk Urea Subsidi MT1 dan MT2

Iwan Feriyanto • Senin, 26 Februari 2024 | 08:10 WIB
MANUAL: Petani memotong batang padi yang sudah siap dipanen, di Desa Olean, Kecamatan Kota, Minggu (25/2)
MANUAL: Petani memotong batang padi yang sudah siap dipanen, di Desa Olean, Kecamatan Kota, Minggu (25/2)

RadarSitubondo.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo memberi peluang untuk petani agar mengambil jatah pupuk subsidi urea masa tanam 1 (MT1) dan masa tanam 2 (MT2) secara bersamaan. 

Ini agar produksi tanaman padi bisa menguntungkan.

Kepala Bidang Penyuluhan pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertangan) Situbondo, M.Zaini mengatakan, pada MT1 petani jauh lebih membutuhkan pupuk subsidi Urea.

Rata-rata di masa tanam pertama ini, petani akan menanam padi lantaran air sudah cukup. Sebab, hujan turun cukup sering.

“Kenapa kami mengizinkan jatah pupuk subsidi MT2 bisa diusulkan dan diambil pada MT1? Karena para petani sangat membutuhkan pupuk di masa tanam pertama tahun ini, petani juga hampir bersamaan menanam padi khususnya," ujarnya, Minggu (25/2) kemarin.

Pria yang akrab disapa Zaini itu menyampaikan, produksi padi yang masif diharapkan dapat memberikan manfaat besar.

Sehingga mereka bisa lebih untung ketika panen raya tiba. Inu tentu setelah pupuk yang dibutuhkan tercukupi.

“Jatah pupuk subdisi pada MT1 itu dikeluarkan pada bulan petama, yaitu Januari- April. Sedangkan jatah pada MT2 itu pada bulan Mei-Agustus. Nah pada MT1 ini produksi padi lebih dominan dari pada MT2 dan MT3,” jelasnya.

Selain itu, Zaini mengatakan,  pada tahun anggaran 2024 secara nasional alokasi Pupuk Urea bersubsidi ada pengurangan hampir 50 persen termasuk pupuk NPK karena keterbatasan anggaran.

Tak terkecuali di Kabupaten Situbondo juga ikut terdampak. Sebelumnya Pemkab sudah mengusulkan ke Kementerian Pertanian sebanyak 33.221 ton Pupuk Urea subsidi melalui elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok atau e-RDKK.

"Tapi, yang terealisasi 17.552 ton atau 53 persen dari jumlah alokasi pupuk subsidi yang diusulkan tahun ini," ujarnya.

Dijelaskan, selain jatah alokasi pupuk subsidi Urea berkurang,  jatah untuk pupuk NPK subsidi pun tahun ini juga mengalami penurunan hingga 70 persen.

Semula alokasi pupuk NPK yang diusulkan sebanyak 40.266 ton, akan tetapi yang diterima Situbondo sekitar 30 persen yakni 11.830 ton. (wan/pri)

Editor : Salis Ali Muhyidin
#pupuk subsidi #petani #urea #Pemkab Situbondo