Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Pasar Murah Justru Menyusahkan, Warga Antre Lama dan Berdesakan hingga Diduga Ada Kupon Palsu

Moh Humaidi Hidayatullah • Senin, 4 Maret 2024 | 18:00 WIB
ANTRE: Puluhan warga berbaris di depan kantor Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Panji, menunggu giliran mendapatkan pembelian beras murah, kemarin (1/3).
ANTRE: Puluhan warga berbaris di depan kantor Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Panji, menunggu giliran mendapatkan pembelian beras murah, kemarin (1/3).

RadarSitubondo.id- Ratusan warga rela berdesakan di halaman Kantor Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, hanya untuk mendapatkan bagian beras murah, Jumat (1/3).

Antrean tersebut juga sempat diwarnai kericuhan akibat warga yang sudah lama menunggu tidak kebagian beras.

Pantauan koran ini, sejak pukul 07.30 warga sudah membeludak di Kantor Kelurahan Mimbaan.

“Ini mumpung ada beras murah, kalau beli di pasar mahal. Kalau beras murah perlima kilogram hanya Rp 51 Ribu. Kalau satu kilo kan hanya Rp. 10 ribu, kalau di pasar mahal perkg Rp 14 ribu hingga Rp 17 ribu. Beras murah ini kualitasnya juga lumayan bagus,” kata Fitri, salah satu warga yang menunggu antrean.

Dia mengatakan, untuk mendapatkan beras murah butuh perjuangan. Dia harus datang pagi-pagi, itu pun masih antre di urutan terakhir dan butuh waktu dua jam untuk menunggu giliran sejak dia sampai di lokasi pendistribusian beras.

“Saya bangun pagi sekali, nyampe sini (kelurahan) yang lebih pagi dari saya sudah banyak,” ucap Fitri.

Ketua RT 2, RW 2 Yanti mengatakan, dalam antrean tersebut tidak semua warga Mimbaan mendapatkan bagian beras murah. Sebab stok beras yang disalurkan keburu habis.

“Kadung lama antre, pas tiba ke giliran ngambil stok beras malah habis. Ya kami kecewa dan protes,” kata Yanti.

Dikatakan Yanti, kekurangan beras diduga kuat akibat ada okunum warga yang memegang kupon lebih. Bisa dipastikan ada kupon yang diduplikat hingga bisa mengambil jatah lebih.

“Satu orang itu dapat satu sak, ukuran beras yang turun ke desa sudah sesuai kupon yang ada. Ini kok bisa kurang, berarti ada kupon yang dobel. Ini pembagian sudah sesuai kupon kalau ada kekurangan berarti ada kupon lebih atau memang salah hitungan saat mau ngirim ke kelurahan,” tegas Yanti. (hum/pri)

Editor : Salis Ali Muhyidin
#situbondo #pasar murah #ricuh