Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Cuma Budidaya Bunga Turi, Warga Desa Olean Situbondo Ini Raih Omset Jutaan Rupiah Perbulan

Moh Humaidi Hidayatullah • Kamis, 14 Maret 2024 | 18:15 WIB
Bunga kembang turi di kebun milik Armadi, warga Dusun Kandang Selatan, Desa Olean, Kecamatan/Kota Situbondo.
Bunga kembang turi di kebun milik Armadi, warga Dusun Kandang Selatan, Desa Olean, Kecamatan/Kota Situbondo.

RadarSitubondo.id – Pohon Turi tumbuh subur di kebun milik Armadi, 46, warga Dusun Kandang Selatan, Desa Olean, Kecamatan/Kota Situbondo.

Bunga yang digunakan untuk sayuran itu bisa membuat pemiliknya untung Rp 1 juta perbulan.

Tidak banyak warga di Kabupaten Situbondo yang menjadikan ladangnya sebagai tempat membudidaya bunga turi. 

Biasanya, pohon ini ditanam untuk dijadikan pagar rumah. Namun, sekarang sudah jarang sekali ditemukan.

“Sekarang jarang yang tanam bunga turi. Kalau dulu hampir semua orang punya tanaman turi di pekarangan rumah. Biasanya tumbuh di pagar-pagar rumah,” kata Armadi, Jumat (8/3).

Dia mengatakan, dirinya menanam bunga turi karena kesukaannya mengkosumsi bunga turi. Akhirnya dia menanamnya di lahan seluas satu petak.

“Ini sudah lima tahunan yang tanam. Sekarang tinggal memetik bunganya dan menjual ke pasar-pasar,” ujar Armadi.

Dia mengaku, penghasilan yang didapatkan lumayan besar. Hampir setiap hari, dia bisa meraup keuntungan dari bunga turi yang dijual kepada tengkulak sayuran.

“Tiap hari bisa panen bunga turi 20 kilogram (kg). Perkg Rp 6 ribu. kalau dijual langsung ke pasar di Surabaya perkg bisa Rp. 25 ribu. Tapi saya jual di sini saja,” kata Armadi.

Dikatakan, selain kepada tengkulak, juga banyak warga sekitar yang ikut membeli untuk dibuat tumis setiap hari.

“Warga lingkungan juga banyak yang beli. Kalau hasil jual bunga turi ini, kalau satu bulan ya kurang lebih Rp 1 jutaan,” tegas Armadi.

Kata Armadi, keuntungan tersebut sudah cukup besar. Sebab, untuk menanam kembang turi tidak ribet.

Setelah ditanam tinggal menunggu perkembangan tanpa harus memupuk dan perawatan lain-lain.

“Kalau ingin bunga turi makin banyak tinggal memangkas rantingnya. Habis dipangkas makin banyak lagi bunganya. Ini juga tidak mati-mati, tidak usah tanam ulang,” ungkap Armadi. (hum/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#situbondo #sayur #Bunga Turi #budidaya #omset