RadarSitubondo.id - Menjelang Hari Raya Idul Fitri stok elpiji tiga kilogram (kg) mulai dikeluhkan sejumlah warga.
Pasalnya, pengiriman tabung melon dari distributor ke agen sudah terbatas. Dampaknya banyak warga yang tidak kebagian.
Anisa, salah satu pedagang yang biasa berjualan elpiji mengatakan, saat ini mulai banyak warga yang memburu tabung melon.
Sebab, warga mulai sibuk membuat kue dan masakan lainya untuk kebutuhan Hari Raya Idul Fitri.
“Sekarang pembeli tabung melon mulai meningkat, tapi kiriman dari distributor dalam dua hari terakhir sudah terbatas. Kalau dua hari sebelumnya sempat kosong, dan saya sulit mencari tabung ke beberapa tempat,” kata perempuan asal Desa Duwet, Kecamatan Panarukan tersebut.
Kata Nisa, untuk memenuhi permintaan pelanggan, dia harus mencari sejumlah distributor baru untuk mendapatkan suplai tabung.
Itu pun masih sulit. Sebab, hampir semua distributor sama-sama memiliki kuota terbatas.
“Saya sudah mancari distributor baru agar bisa dapat banyak tabung melon, tapi masih sulit. Ya saya maklumi, setiap distributor kan juga punya pelanggan masing-masing. Ya alhamdulillah saya masih dapat meskipun hanya lima, itu pun tidak sampai satu jam langsung habis dibeli warga,” ujarnya.
Dikatakan, jika berkaca ke tahun lalu, tabung melon akan semakin sulit menjelang lebaran. Keadaan ini berpotensi dimanfaatkan oknum distributor nakal.
Yaitu, menimbun tabung lalu menjualnya pada saat harganya mulai naik.
“Sekarang harga tabung kalau beli di SPBU langsung Rp 15 ribu. Kalau eceran di toko-toko biasa Rp. 18 ribu. Nanti kalau pembelinya makin banyak harganya bisa naik. Biasanya saat ini banyak oknum yang menimbun tabung melon untuk dijual saat harga tabung melon mahal,” tegas Anisa.
Salah satu karyawan SPBU Kecamatan Panji yang enggan disebutkan namanya mengaku, untuk mendapatkan tabung di SPBU cukup gampang.
Sebab, tabung melon rutin datang setiap hari. Namun pembeli harus membawa KTP dan satu orang hanya boleh membeli dua tabung melon saja.
“Kalau langsung ambil ke SPBU saya raya tidak akan sulit, kalau di toko-toko kadang sulit karena distributornya yang tidak ngirim,” katanya.
Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Momon Suwito Pratomo mengatakan, menjelang lebaran, elpiji tabung melon tiga kilogram seringkali kekurangan stok bahkan mengalami kelangkaan.
Namun pihaknya sudah melakukan sidak ke sejumlah SPBU dan memantau persediaan elpiji masih aman hingga lebaran.
"Hasil pemantauan kami di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau SPBU hingga hari ini, stoknya masih aman," ujar Momon.
Momon mengaku pihaknya akan terus melakukan pemantauan gas elpiji bersubsidi tersebut. Harapannya masyarakat tidak kebingungan saat menyambut Hari Raya Idul Fitri tahun ini.
"Pemakaian elpiji tiga kilogram ini cenderung meningkat hingga tiga kali lipat ketika menghadapi lebaran. Tapi kami akan terus pantau, termasuk para distributor akan kami pastikan tidak main-main apalagi sampai menimbun,” pungkas Momon. (hum/pri)
Editor : Ali Sodiqin