RADARSITUBONDO.ID - Pemerintah membidik pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 mencapai 5,6 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka tersebut melampaui asumsi dasar (baseline) yang sebelumnya dipatok sebesar 5,5 persen untuk tiga bulan pertama tahun depan.
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menegaskan optimisme pemerintah dalam mengejar target tersebut. Hal itu disampaikan saat menghadiri acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). Menurut Juda, pemerintah berkomitmen mendorong kinerja ekonomi melampaui baseline yang telah ditetapkan.
“Baseline kuartal I di sektor keuangan sebesar 5,5 persen. Kita akan upayakan naik ke 5,6 persen,” kata Juda.
Baca Juga: Tegas! Denada Bantah Isu Tiga Anak dan Pertimbangkan Langkah Hukum
Salah satu jurus utama yang disiapkan pemerintah adalah mempercepat realisasi belanja negara sejak awal tahun. Langkah ini dinilai penting untuk mengakselerasi aktivitas ekonomi, terutama setelah pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025 hanya mencapai 5,39 persen yoy, masih di bawah ekspektasi pemerintah.
Akselerasi belanja pemerintah yang dimulai sejak Januari 2026 diharapkan mampu memberikan efek dorong yang lebih cepat terhadap perekonomian nasional. Selain itu, perayaan Lebaran yang jatuh pada Maret 2026 diproyeksikan menjadi katalis tambahan melalui lonjakan konsumsi rumah tangga.
Target pertumbuhan 5,6 persen pada kuartal I disebut sebagai fondasi awal menuju target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi sepanjang 2026. Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan keyakinannya bahwa ekonomi Indonesia berpeluang menembus angka 6 persen dan keluar dari tren pertumbuhan di kisaran 5 persen yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Dampak Global Bad Bunny di Industri Musik dan Budaya Pop
Untuk mendukung target tersebut, pemerintah juga memastikan stabilitas likuiditas pasar, optimalisasi peran perbankan, serta percepatan reformasi regulasi guna memperbaiki iklim investasi.
Dengan tingkat inflasi yang terkendali di angka 2,92 persen per Desember 2025, ruang fiskal dinilai masih cukup longgar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi secara lebih agresif.
Pencapaian target 5,6 persen pada kuartal pertama nantinya diharapkan menjadi sinyal kuat bahwa perekonomian Indonesia mulai berbalik arah ke jalur pertumbuhan yang lebih tinggi pada kuartal-kuartal berikutnya.
Editor : Ali Sodiqin