Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Petani Blewah Kendit Panen Berkah Ramadan! Sekali Tanam 4 Kali Panen, Harga Tembus Rp 5.300/Kg

Moh Humaidi Hidayatullah • Rabu, 25 Februari 2026 | 20:21 WIB

HASIL PANEN: Buah blewah hasil petikan petani yang dikumpulkan untuk diperjualbelikan kepada pedagang, Rabu (25/2).
HASIL PANEN: Buah blewah hasil petikan petani yang dikumpulkan untuk diperjualbelikan kepada pedagang, Rabu (25/2).

RADARSITUBONDO.ID - Harga buah Blewah mengalami kenaikan begitu memasuki bulan Ramadan. Saat ini, harganya di tingkat petani mencapai Rp 5.300 perkilogram. Naik drastis dari sebelumnya Rp 3.500. keaadan ini membuat petani sumringah.

Sunawi, salah seorang petani Blewah asal Desa Kendit, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, mengaku bersyukur harga Blewah naik sejak awal Ramadan. Menurutnya, harga di tingkat petani cukup stabil dan lebih tinggi dibanding biasanya. “Alhamdulillah, sejak awal Ramadan sampai hari ini harga Blewah di sawah Rp 5.300 per kilogram dibeli pedagang. Lumayan tinggi. Biasanya awal Ramadan memang harganya naik,” katanya.

Dia menjelaskan, Blewah merupakan salah satu buah favorit saat Ramadan. Buah yang mirip melon tersebut kerap dijadikan minuman segar untuk berbuka puasa. Daging buahnya yang lembut, berair, serta memiliki aroma khas membuat Blewah banyak diminati masyarakat. “Blewah itu segar kalau dibuat minuman. Makanya laris manis saat bulan Ramadan, karena rata-rata orang berbuka puasa pakai es Blewah,” terangnya.

Sunawi menambahkan, untuk menanam Blewah di lahan seluas satu hektare dibutuhkan modal sekitar Rp 15 juta. Dalam satu kali masa tanam, petani dapat melakukan panen hingga empat kali. Saat ini, ia baru melakukan panen pertama dengan hasil sekitar 4 ton. “Sekali panen, modal sudah kembali. Ini masih ada tiga kali panen lagi. Tapi biasanya, semakin hari harganya bisa semakin turun,” bebernya.

Dia mengaku telah bertahun-tahun menanam Blewah karena dinilai cukup menguntungkan, terutama saat memasuki bulan Ramadan. Selain faktor harga, pengalaman bertani membuatnya memahami teknik budidaya agar hasil panen maksimal. “Saya memang setiap tahun menanam Blewah,” jelasnya.

Menurutnya, menentukan waktu tanam agar masa panen bertepatan dengan bulan Ramadan bukan hal yang sulit baginya karena sudah lama berkecimpung di dunia pertanian, khususnya tanaman buah dengan masa panen relatif singkat. “Kalau panennya pas bulan Ramadan, permintaannya tinggi,” pungkasnya. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
#situbondo #petani blewah