RADARSITUBONDO.ID - Raja Charles III dan Ratu Camilla menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada Indonesia terkait bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Pulau Sumatera pada akhir November 2025.
Dalam pernyataan resmi yang diunggah di akun Instagram resmi kerajaan Inggris, pasangan kerajaan ini mengekspresikan rasa duka mereka terhadap bencana yang telah mengambil ratusan nyawa.
Raja menyatakan bahwa baik dirinya maupun istrinya sangat berduka mendengar tentang kerusakan yang ditimbulkan oleh badai dahsyat di kawasan Asia Selatan dan Tenggara, termasuk Indonesia.
Pesan tersebut secara khusus mengidentifikasi enam negara yang terkena dampak, yakni India, Malaysia, Sri Lanka, Indonesia, Thailand, dan Vietnam.
Baca Juga: Update Harga Galaxy S25 Desember 2025, Lebih Murah Jelang Akhir Tahun?
Raja Charles menuliskan bahwa mereka hanya bisa membayangkan besarnya kerusakan dan kesedihan yang dialami oleh semua orang yang sangat terkena dampak.
Pesan itu juga menyampaikan rasa duka yang tulus kepada keluarga yang kehilangan orang tersayang, serta doa untuk mereka yang rumahnya rusak dan yang masih menunggu kabar mengenai anggota keluarga yang hilang.
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejak 18 November 2025 di tiga provinsi Sumatera (Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat) telah mengakibatkan setidaknya 442 nyawa melayang dengan 402 orang yang masih hilang.
Bencana ini terjadi akibat hujan deras yang ekstrem dan adanya bibit siklon tropis yang menyebabkan cuaca buruk berkepanjangan.
Baca Juga: Film 'Dalam Sujudku' Siap Menguras Air Mata di Bioskop 2026, Ini Sinopsisnya!
Dalam pesannya, Raja Charles juga memberikan penghargaan khusus kepada para petugas tanggap darurat yang sangat berani dan semua pihak yang memberikan bantuan penting pada masa sulit ini.
Sang raja menekankan bahwa kejadian seperti ini mengingatkan kita akan pentingnya memulihkan keseimbangan dan harmoni dengan alam.
Pesan simpati dari Istana Buckingham ini mencerminkan perhatian dari komunitas internasional terhadap tragedi kemanusiaan yang dialami Indonesia, sekaligus menyoroti pentingnya solidaritas global dalam menghadapi bencana alam yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim.
Editor : Ali Sodiqin