RADARSITUBONDO.ID - Konflik bersenjata antara Thailand dan Kamboja semakin parah lagi pada Rabu (10/12) setelah kesepakatan damai yang dibuat pada bulan Juli sebelumnya tidak berhasil.
Konflik yang dimulai pada (8/12) telah menyebabkan setidaknya delapan orang meninggal dan sekitar 500.000 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka di daerah perbatasan kedua negara.
Baca Juga: Pesawat Militer Rusia Antonov An-22 Jatuh saat Uji Terbang, Seluruh Kru Tewas
Thailand mulai melakukan serangan udara dengan pesawat F-16 yang menargetkan tempat-tempat militer di Kamboja. Kedua negara saling menyalahkan mengenai siapa yang memulai serangan ini.
Kamboja melaporkan bahwa tentara Thailand sudah mulai menyerang sejak pukul 05.04 waktu setempat. Di sisi lain, Thailand mengatakan bahwa mereka hanya membalas tindakan provokasi dari Kamboja yang menambah jumlah pasukannya di perbatasan.
Baca Juga: Serangan Udara di Myanmar Tewaskan 18 Warga Sipil yang Sedang Menonton SEA Games
Masalah ini berasal dari sengketa wilayah yang sudah lama terjadi di perbatasan sepanjang 817 kilometer, terutama di sekitar kuil-kuil kuno seperti Preah Vihear dan Ta Muen Thom.
Meskipun ada kesepakatan damai yang difasilitasi oleh Presiden AS Donald Trump yang ditandatangani pada bulan Oktober 2025, Thailand menghentikan penerapannya pada bulan November setelah seorang prajuritnya terluka karena ranjau darat.
Banyak warga sipil terpaksa mengungsi ke tempat-tempat penampungan darurat. Lebih dari 1.200 sekolah ditutup dan perdagangan senilai 5 miliar dolar AS di perbatasan terhenti karena konflik ini.
Editor : Ali Sodiqin