RADARSITUBONDO.ID - Presiden Venezuela Nicolas Maduro memberikan reaksi tegas terhadap ancaman yang disampaikan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang mengisyaratkan agar dirinya mengundurkan diri dari posisinya.
Dalam sebuah pidato yang ditayangkan di televisi negara pada Selasa (23/12), Maduro menyarankan agar Trump sebaiknya lebih berkonsentrasi pada isu-isu ekonomi dan sosial di negaranya sendiri.
Sehari sebelumnya, Trump mengatakan bahwa sebaiknya Maduro mundur setelah menjabat selama 12 tahun. Presiden AS itu bahkan memperingatkan bahwa jika pemimpin Venezuela memilih untuk bersikap keras, itu akan menjadi kesempatan terakhir baginya untuk melakukannya.
Baca Juga: Kronologi Penangkapan Aktris Konten Dewasa Bonnie Blue di Badung, Bali
Sebagai balasan, Maduro menegaskan bahwa Venezuela akan tetap melanjutkan perdagangan minyaknya meskipun Trump mengumumkan blokade total terhadap tanker minyak yang dikenakan sanksi.
Pemerintah Venezuela menuduh Washington memiliki rencana untuk mengubah rezim dan menguasai cadangan minyak terbesar di dunia yang dimiliki negara tersebut.
Ketegangan antara kedua negara semakin meningkat setelah Trump mengancam akan menempatkan pemerintahan Maduro ke dalam daftar Organisasi Teroris Asing serta mengerahkan armada angkatan laut besar-besaran di wilayah Karibia.
Rusia dan China telah menyatakan dukungan mereka terhadap Venezuela dalam menghadapi tekanan dari AS.
Editor : Ali Sodiqin