RADARSITUBONDO.ID - Ukraina dan Rusia menyepakati pertukaran tahanan perang pada Kamis (5/2/2026) usai menuntaskan putaran kedua perundingan yang dimediasi Amerika Serikat di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Kesepakatan ini menjadi titik temu pertama kedua negara setelah lima bulan tanpa pertukaran serupa.
Utusan Khusus Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Steve Witkoff, mengungkapkan bahwa total 314 tahanan perang dibebaskan dalam kesepakatan tersebut. Masing-masing pihak memulangkan 157 orang. Pertukaran terakhir sebelumnya terjadi pada Oktober 2025.
Baca Juga: Ter Stegen Kembali Cedera, Peluang Tampil di Piala Dunia 2026 Makin Tipis
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyampaikan bahwa warga Ukraina yang kembali terdiri atas personel Angkatan Bersenjata, Garda Nasional, dan Dinas Penjaga Perbatasan. Selain itu, sejumlah warga sipil turut dibebaskan. Sebagian besar dari mereka telah ditahan sejak awal invasi Rusia pada 2022.
Witkoff menilai perundingan di Abu Dhabi berjalan secara mendetail dan konstruktif. Menurutnya, hasil ini menunjukkan bahwa jalur diplomasi yang terus dibuka mampu menghasilkan kemajuan konkret dalam upaya mengakhiri konflik berkepanjangan di Ukraina. Ia menambahkan bahwa dialog lanjutan diperkirakan akan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan.
Baca Juga: Iran Tundukkan Irak 4-2, Melenggang ke Final Piala Asia Futsal 2026
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa para kombatan Rusia yang dibebaskan saat ini berada di Belarus. Mereka akan menjalani pemeriksaan dan perawatan medis sebelum dipulangkan ke Rusia untuk menjalani proses rehabilitasi. Selain itu, tiga warga sipil Rusia asal wilayah Kursk yang sebelumnya ditahan Ukraina juga telah dipulangkan.
Pertukaran tahanan ini berlangsung di tengah ketegangan yang masih tinggi. Beberapa hari sebelumnya, Rusia melancarkan serangan besar-besaran menggunakan rudal dan drone ke infrastruktur energi Ukraina. Serangan tersebut menyebabkan pemadaman listrik dan gangguan pemanas di sejumlah wilayah saat suhu udara mencapai minus 25 derajat Celsius.
Baca Juga: Proyek Jalan Dana Desa 2025 Dikerjakan 2026, Warga Curigai Dana Dipakai Kepentingan Pribadi
Selain kesepakatan pertukaran tahanan, perundingan di Abu Dhabi juga menghasilkan keputusan Amerika Serikat dan Rusia untuk membuka kembali dialog militer tingkat tinggi yang telah dibekukan sejak akhir 2021. Zelenskyy menyebutkan bahwa Ukraina dan mitra internasionalnya telah menyepakati rencana pertemuan lanjutan dalam waktu dekat.
Meski demikian, kemajuan diplomatik ini belum menyentuh isu utama konflik. Perundingan terkait gencatan senjata dan sengketa wilayah masih menemui jalan buntu. Rusia tetap menuntut Ukraina menyerahkan sepenuhnya wilayah Donetsk dan Luhansk, tuntutan yang secara tegas ditolak oleh Kyiv.
Editor : Ali Sodiqin