RADARSITUBONDO.ID - Presiden China Xi Jinping meminta Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar bersikap sangat hati-hati dalam menyikapi penjualan senjata ke Taiwan. Permintaan itu disampaikan Xi dalam percakapan telepon yang berlangsung pada Rabu (5/2/2026).
Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Luar Negeri China, Xi menegaskan bahwa persoalan Taiwan merupakan isu paling sensitif dan krusial dalam hubungan Beijing dan Washington. Ia kembali menekankan posisi China yang menganggap Taiwan sebagai bagian tak terpisahkan dari wilayahnya.
Xi menegaskan bahwa pemerintah China berkomitmen penuh menjaga kedaulatan serta keutuhan wilayah nasional. Beijing, lanjut Xi, tidak akan pernah menerima upaya apa pun yang mendorong pemisahan Taiwan dari China.
Baca Juga: Ter Stegen Kembali Cedera, Peluang Tampil di Piala Dunia 2026 Makin Tipis
Percakapan Xi dan Trump berlangsung beberapa jam setelah Presiden China melakukan panggilan video dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Sementara itu, Trump menyebut komunikasi dengan Xi sebagai pembicaraan yang berjalan baik, panjang, dan komprehensif melalui akun Truth Social miliknya.
Dalam pernyataan pemerintah China, Trump disebut menyampaikan pemahamannya atas kekhawatiran Beijing terkait Taiwan. Ia juga menyatakan kesiapan Amerika Serikat untuk terus menjaga jalur komunikasi dengan China demi memastikan stabilitas hubungan kedua negara.
Selain isu Taiwan, kedua pemimpin turut membahas berbagai agenda global lainnya. Topik yang dibicarakan meliputi kerja sama perdagangan, situasi di Iran, konflik Rusia-Ukraina, pembelian minyak dan gas oleh China dari Amerika Serikat, hingga rencana kunjungan Trump ke China pada April mendatang.
Baca Juga: Miris! Gelora Situbondo Terancam Mangkrak, Tahun 2026 Masih Belum Bisa Difungsikan
Amerika Serikat diketahui memiliki kewajiban hukum untuk menyediakan persenjataan defensif bagi Taiwan, meskipun Washington tidak mengakui Taiwan sebagai negara berdaulat. Di sisi lain, China secara konsisten memandang Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan menilai penjualan senjata sebagai bentuk campur tangan asing.
Menanggapi perkembangan tersebut, Presiden Taiwan Lai Ching-te menegaskan bahwa hubungan Taiwan dan Amerika Serikat tetap berjalan kuat. Ia memastikan berbagai proyek kerja sama bilateral akan terus berlanjut tanpa perubahan.
Editor : Ali Sodiqin