RADARSITUBONDO.ID - Pendiri Microsoft Bill Gates akhirnya buka suara setelah namanya kembali muncul dalam dokumen investigasi terbaru terkait kasus Jeffrey Epstein yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat pada Februari 2026.
Gates menyampaikan penyesalan mendalam atas hubungannya di masa lalu dengan terpidana kejahatan seksual tersebut.
Dalam wawancara bersama 9News Australia yang ditayangkan pada 4 Februari 2026, Gates secara terbuka mengakui kesalahannya. Ia menilai keputusannya menjalin relasi dengan Epstein sebagai tindakan ceroboh. “Setiap menit yang saya habiskan bersamanya, saya menyesalinya, dan saya meminta maaf,” ujar Gates.
Baca Juga: Kuba Bersedia Dialog dengan AS Tanpa Tekanan di Tengah Ancaman Blokade Minyak Trump
Miliarder berusia 70 tahun itu menjelaskan bahwa pertemuan pertamanya dengan Epstein terjadi pada 2011, atau tiga tahun setelah Epstein dijatuhi hukuman di Florida dalam kasus prostitusi anak di bawah umur.
Gates mengklaim niat awal pertemuan tersebut berkaitan dengan upaya menjangkau jaringan donor kaya guna mendukung program kesehatan global Gates Foundation. Namun, rencana tersebut disebut tidak pernah terealisasi.
Kontroversi kembali mencuat setelah dokumen terbaru mengungkap draf email yang ditulis Epstein pada 2013. Dalam email itu, Epstein menuding Gates memiliki hubungan terlarang dengan seorang perempuan asal Rusia dan meminta bantuannya terkait pengadaan obat-obatan. Gates dengan tegas membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai klaim palsu yang tidak memiliki dasar.
Melalui juru bicaranya, Gates menegaskan bahwa dokumen-dokumen itu lebih mencerminkan kekecewaan Epstein karena gagal membangun hubungan jangka panjang dengannya. Meski demikian, polemik tersebut turut berdampak pada kehidupan pribadi Gates, termasuk mantan istrinya, Melinda French Gates.
Baca Juga: Xi Jinping Minta Trump Berhati-hati dalam Penjualan Senjata ke Taiwan
Dalam wawancara dengan NPR, Melinda menyatakan bahwa Gates perlu memberikan penjelasan yang lebih transparan kepada publik mengenai relasinya dengan Epstein.
Gates sendiri menegaskan bahwa interaksinya dengan Epstein hanya sebatas beberapa jamuan makan malam selama beberapa tahun, tanpa pernah mengunjungi pulau pribadi Epstein atau terlibat dalam aktivitas seperti yang dituduhkan.
Ia pun menutup pernyataannya dengan mengakui kesalahan penilaian di masa lalu, seraya menegaskan bahwa dirinya merupakan salah satu dari banyak orang yang menyesal pernah mengenal Jeffrey Epstein.
Editor : Ali Sodiqin