RADARSITUBONDO.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak untuk menyampaikan permintaan maaf usai mengunggah lalu menghapus sebuah video bermuatan rasis yang menampilkan mantan Presiden Barack Obama dan Michelle Obama.
Video tersebut sempat diunggah di akun Truth Social milik Trump pada Kamis malam sekitar pukul 23.44 waktu setempat.
Dalam video berdurasi 62 detik itu, wajah Barack dan Michelle Obama terlihat ditempelkan pada tubuh dua ekor kera. Klip tersebut awalnya berisi narasi teori konspirasi terkait dugaan kecurangan Pemilu Presiden AS 2020.
Namun menjelang akhir video, muncul adegan singkat dua primata dengan wajah keluarga Obama yang diiringi lagu The Lion Sleeps Tonight.
Baca Juga: Trump Desak Perjanjian Nuklir Baru Setelah New START Berakhir
Video itu diketahui dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) oleh akun pendukung Trump dan memuat watermark Patriot News Outlet. Unggahan tersebut langsung memicu kecaman luas dari berbagai kalangan.
Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt sempat membela video tersebut dengan menyebutnya sebagai “meme internet”. Ia mengatakan video itu dimaksudkan untuk menggambarkan Trump sebagai “Raja Rimba”, sementara Partai Demokrat disimbolkan sebagai karakter dalam film The Lion King. Leavitt juga meminta media untuk menghentikan apa yang ia sebut sebagai “kemarahan palsu”.
Namun, setelah kritik semakin meluas, termasuk dari kalangan Partai Republik, Gedung Putih mengubah pernyataannya. Pihak istana menyebut video itu diunggah secara keliru oleh seorang staf dan telah dihapus. Video tersebut tercatat bertahan di akun Trump selama kurang lebih 12 jam sebelum dihapus pada Jumat siang.
Senator Tim Scott, satu-satunya senator kulit hitam dari Partai Republik sekaligus Ketua Komite Kampanye Senat Republik, mengecam keras unggahan tersebut. Ia menyebut video itu sebagai tindakan paling rasis yang pernah ia lihat berasal dari Gedung Putih. Sejumlah legislator Republik lainnya, termasuk Mike Lawler dan Brian Fitzpatrick, secara terbuka mendesak Trump untuk menyampaikan permintaan maaf.
Baca Juga: Ikan Aligator Muncul Pascabanjir di Besuki, Disnakkan Situbondo Langsung Musnahkan
Saat dimintai tanggapan oleh wartawan di atas Air Force One dalam perjalanan menuju Palm Beach pada Jumat malam, Trump membantah melakukan kesalahan. Ia mengaku hanya melihat bagian awal video yang membahas dugaan kecurangan pemilih dan tidak menyaksikan keseluruhan isi klip tersebut sebelum diunggah.
Trump menyatakan dirinya mengutuk bagian video yang bermuatan rasis, namun tetap menolak meminta maaf. Ia berdalih menerima dan melihat ribuan materi setiap hari. Menurutnya, apabila staf menonton video itu secara penuh, unggahan tersebut kemungkinan tidak akan dipublikasikan.
Insiden ini kembali menambah daftar kontroversi Trump terkait isu rasial. Sebelumnya, ia dikenal sebagai tokoh yang mendorong teori “birther” yang secara keliru menuding Barack Obama tidak lahir di Amerika Serikat. Unggahan video tersebut juga menuai sorotan karena terjadi bertepatan dengan peringatan Bulan Sejarah Kulit Hitam.
Editor : Ali Sodiqin